Yamaha

Dihantui Tantangan Ekonomi, Pelaku Bisnis Logistik Tetap Optimistis Melalui Sinergi

  Rabu, 19 Februari 2020   Dadi Haryadi
Muswil ke – X Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jabar, Rabu (19/2/2020). (istimewa)

DAGO PAKAR, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah tantangan ekonomi menghantui bisnis logistik di Indonesia. Namun, para pelaku usaha tetap optimistis bisa tetap tumbuh, salah satunya melakukan sinergi.

Ketua DPW Asperindo Jawa Barat, Wayan Wardhana mengatakan pelaku bisnis logistik dihadapkan sejumlah tantangan cukup berat. Mulai dari wabah virus corona, era digitalisasi, hingga masih minimnya keberpihakan pemerintah.

"Tahun ini cukup berat, sudah bisa bertahan saja sudah bagus. Tapi sebagai pelaku usaha, kami harus tetap optimis menghadapi semua tantangan," ujarnya usai Muswil ke – X Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jabar, Rabu (19/2/2020).

AYO BACA : Pemprov Jabar Dorong BIJB Kertajati Jadi Pusat Kargo Indonesia

Dia menjelaskan dampak mewabahnya virus corona sudah mulai dirasakan para pelaku jasa pengiriman logistik. Arus ekspor/impor China - Indonesia menjadi sedikit lesu akibat pembatasan.

Menurutnya, dampak virus corona China berimbas langsung ke Indonesia karena banyak barang di Indonesia yang berasal dari Negeri Tirai Bambu. Mulai dari pakaian, gadget, barang rumah tangga, dan alat perlengkapan lainnya.

"Kami memperkirakan terjadi penurunan sekitar 20 sampai 30 persen. Karena itu, kami fokus mengoptimalkan pasar domestik," ucap Wayan.

AYO BACA : Sinergitas Industri Logistik dan UKM Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Selain itu, kata dia, era digital 4.0 menuntut pelaku jasa kiriman cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Karena itu, kolaborasi sesama pelaku sangat diperlukan sehingga terjadi sharing informasi yang saling menguntungkan.

Lebih lanjut dia menuturkan Asperindo Jabar melakukan penandataganan memorandum of understanding (MOU) dengan Easy GO yang merupakan kerjasama kemitraan untuk pemasangan GPS pada armada anggota. Alat ini dilengkapi dengan aplikasi manajemen kendaraan operasional sebagai kontrol perusahaan terhadap armadanya.

"Asperindo menjadi wadah perusahaan jasa pengiriman ekspres. Bukan bersaing namun bersanding, kami hadir sebagai penghubung para perusahan jasa ekspedisi dengan pemerintah sebagai regulator,” jelasnya.

Wayan juga optimistis jasa pengiriman khususnya di Jabar akan tumbuh karena keberadaan Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban yang pembangunannya masih dalam proses. Terlebih, provinsi ini juga menjadi sentra ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 30 persen.

Melihat peluang tersebut, dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mau berbagi informasi terkait rencana pembangunan agar pelaku usaha bisa ikut merasakan manfaat pembangunan.

"Kami ingin dilibatkan dalam pembangunan, jangan hanya sekedar sebagi objek penghasil pendapatan pemerintah. Sebab jika bisnis kami turun maka ada sekitar 10 ribu hingga 20 ribu karyawan yang terancam kehilangan pekerjaan," ujarnya.

AYO BACA : Pelaku Industri Kreatif Belum Melek Logistik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar