Yamaha

Jika Cuaca Ekstrem, Jalan Bandung-Jakarta Tol Cipularang KM 118 Ditutup

  Rabu, 19 Februari 2020   Tri Junari
Lalu lintas di Tol Cipularang KM 118+600 B yang dekat dengan lokasi longsor, Kampung Hegarmanah, RT 03 RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (12/2/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan beberapa opsi rekayasa arus lalu lintas di Tol Cipularang KM 118+600 selama pengerjaan penguatan tebing setelah terjadinya longsor lereng di sebelah selatan jalan yang kini kian mendekati bahu jalan.

AYO BACA : PVMBG: Beban Kendaraan di Tol Cipularang Mesti Dibatasi

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan kontra flow bagi kendaraan berat. Dengan begitu, getaran pada bahu jalan diharapkan tidak mengganggu aktivitas penguatan lereng yang kini terus dilakukan.

AYO BACA : Menteri PUPR Sebut Longsor Tol Cipularang KM 118 Likuefaksi

Rekomendasi yang kita sepakati bahwa untuk kendaraan berat (jalur B) harus di lajur kanan, kalau untuk kendaraan kelas 1 seperti bus bisa di lajur normal," ujar Istianto saat meninjau lokasi longsor, Selasa (18/2/2020).

Alternatif lain, rekayasa jalan disiapkan jika sekitar kawasan dilanda cuaca ekstrem, jalur B arah Bandung ke Jakarta keluar melalui gerbang tol Padalarang Timur.

"Itu sampai di gate tol Jatiluhur dan rambu lalu lintas serta personel sudah kami siapkan. Kita juga sudah survei. Oleh karena itu, bila ada trigger masalah di titik ini akan segera kita berlakukan langkah alternatif ini," ucapnya.

Hingga saat ini untuk jalur A atau arah Jakarta menuju Bandung masih tetap normal dan bisa dilintasi kendaraan jenis apapun, begitupun dengan jalur B atau arah sebaliknya atau di titik longsor lereng terjadi.

AYO BACA : Waspada! Hoaks Longsor Tol Cipularang Menyebar di Media Sosial

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar