Yamaha

Posyandu di Kota Bandung Punya Aplikasi Pencatat Data Balita

  Rabu, 19 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Acara Sosialisasi Penggunaan Dana Hibah Revitalisasi Posyandu di Kota Bandung 2020 di gedung Sabuga, Rabu (19/2/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Bila sebelumnya para kader posyandu harus mencatat perkembangan data balita secara manual, kini proses tersebut dapat dipermudah lewat pengisian data secara digital. Di Kota Bandung, para kader posyandu maupun orang tua balita sudah dapat memanfaatkan aplikasi "Sipopo" untuk mengisi dan mengakses data peserta posyandu secara mudah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung Tatang Muchtar. Dia mengatakan, aplikasi khusus tersebut sebelumnya merupakan inovasi dari Posyandu Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik.

Aplikasi Sipopo jugalah yang menghantar Posyandu Teratai II menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan pengamatannya, aplikasi ini mudah dipahami para kader maupun orang tua balita.

AYO BACA : Pemkot Bandung Ajukan Bantuan Anggaran Pembangunan Sebesar Rp784 Miliar

"Awalnya murni inovasi Posyandu Teratai II. Dari awal lomba di tingkat kecamatan hingga tingkat kota, kita lihat bersama Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) ternyata aplikasi ini luar biasa dan mudah dicerna para kader," ungkap Tatang ketika ditemui selepas acara Sosialisasi Penggunaan Dana Hibah Revitalisasi Posyandu di Kota Bandung 2020 di gedung Sabuga, Rabu (19/2/2020).

Aplikasi tersebut, Tatang mengatakan, memungkinkan kader dan orangtua untuk mengakses data balita melalui handphone. Laporan perkembangan balita dapat diperbaharui dan diprint dengan mudah kapanpun diperlukan.

"Selama ini para kader mengisi data dan membuat laporan dengan manual, sekarang bisa dibuat lewat handphone. Sehingga setiap saat data mereka bisa diupdate dan diprint dengan mudahnya ketika diperlukan," ungkapnya.

AYO BACA : Pemkot Bandung Dorong Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Tatang mengatakan aplikasi tersebut dapat melengkapi program-program posyandu lainnya yang telah berjalan d Kota Bandung. Selain itu, dia juga berharap Sipopo dapat menghantarkan Posyandu Teratai II untuk menjadi juara di tingkat nasional.

"Ini bisa jadi alternatif aplikasi untuk posyandu terutama di seluruh Kota Bandung. Mudah-mudahan bisa mendorong Posyandu Teratai II menuju lomba tingkat nasional," ungkapnya.

Sementara itu Walikota Bandung Oded M. Danial juga berharap Sipopo dapat mempermudah kerja para kader Posyandu di Kota Bandung. Aplikasi tersebut juga dikatakan dapat mendukung perkembangan posyandu 4.0 yang terus diakselerasi guna membangun sumber daya manusia Kota Bandung yang unggul.

"Pembangunan SDM harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk menyambut bonus demografi 2045, salah satunya yang vital adalah lewat posyandu. Aplikasi Sipopo ini termasuk inovasi yang dapat mempermudah kerja kader posyandu," ungkap Oded.

AYO BACA : Pemkot Bandung Fokus pada 13 Agenda Pembangunan di 2021

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar