Yamaha

2 Kiat Sehat Memasuki Usia 40

  Kamis, 20 Februari 2020
Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ada istilah yang menyatakan bahwa kehidupan baru dimulai di usia 40 tahun. Alasannya, usia 40-an merupakan sebuah masa di mana seseorang biasanya telah meraih puncak pencapaian di dalam hidup.

Namun semua ini tentu tidak bisa terjadi bila beragam masalah kesehatan menghantui di usia kepala empat. Terlebih, seiring bertambahnya usia, beragam risiko penyakit juga ikut meningkat. Salah satu di antaranya adalah risiko kanker.

Faktanya, sekitar satu dari delapan laki-laki terdiagnosis dengan kanker prostat. Risiko kanker prostat pada laki-laki biasanya akan melonjak setelah mereka mencapai usia 50 tahun.

Oleh karena itu, usia 40-an tahun merupakan dekade penting untuk menekan risiko kanker prostat maupun risiko penyakit lainnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat di usia 40-an adalah modifikasi pola makan.

Laman Men's Health mengungkapkan, setidaknya ada dua langkah penting dalam modifikasi pola makan yang perlu dilakukan oleh orang-orang yang memasuki usia 40-an. Apa saja sarannya?

1. Meningkatkan asupan serat

Serat memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah menjaga dan memelihara kesehatan sistem pencernaan.

Selain itu, makanan tinggi serat umumnya juga mengandung antioksidan yang tinggi. Antioksidan dapat membantu tubuh menekan risiko kanker, khususnya kanker yang memengaruhi kolon dan prostat.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan asupan serat. Salah satunya adalah dengan menambahkan makanan tinggi serat ke dalam menu makanan yang disantap. Misalnya, dengan menambahkan buah-buahan atau oat pada menu sarapan.

2. Batasi karbo

Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat akan memengaruhi kadar gula darah. Konsumsi karbohidrat yang berlebih dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko diabetes di masa depan.

Tentu konsumsi karbohidrat tetap penting untuk dilakukan karena tubuh membutuhkannya. Yang terpenting adalah membatasi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dan memilih sumber karbohidrat yang baik dan berserat tinggi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar