Yamaha

Perjalanan Ziva Magnolya di Indonesian Idol Season 10

  Rabu, 19 Februari 2020   Rahim Asyik
Ziva Magnolya, salah seorang peserta Indonesian Idol Season 10. (Instagram/@zivamagnolya)

LENGKONG, AYOBANDUNG – Salah satu sosok menarik di Indonesian Idol Season 10 adalah Ziva Magnolya atau biasa dipanggil Ziva. Perempuan imut ini lahir dari pasangan Stevanus Mustika dan Cindy Asie Busel pada 2001. Ziva kini kuliah di Universitas Pembangunan Nasional, Jakarta.

Indonesian Idol benar-benar mengangkat pamor Ziva. Terlihat dari jumlah follower di akun Instagram @zivamagnolya. Sebelum ikut audisi Indonesia Idol, follower Ziva sekitar 15.000 orang. Namun dalam waktu sekitar 4 bulan hingga Rabu (19/2/2020), follower-nya melonjak hingga 738.000 orang.

Ziva ikut ajang pencarian bakat itu dengan mengantongi tiket undangan dari penyanyi Rizky Febian. Penampilan perdananya di depan juri langsung memikat perhatian. Bukan hanya para juri, tapi pemirsa televisi. Saat itu, Ziva membawakan petikan lagu ”Dear No One” dari Tori Kelly.

AYO BACA: Menelisik Musik dari Kacamata Psikologi

Setidaknya ada 3 hal yang membuat Ziva menarik. Pertama, dengan tubuh mungil dan gayanya yang malu-malu, Ziva terlihat bak anak kecil. Maia Estianty sempat mengira Ziva berumur 12 tahun dan meminta Ziva bergaya seperti orang dewasa selaras dengan usianya yang sudah 18 tahun.

1

Ziva Magnolya, salah seorang peserta Indonesian Idol Season 10. (Instagram/@zivamagnolya)

Kedua, rambut bunny bun yang jadi ciri khas Ziva. Bunny bun Ziva bukan sanggul satu diikat di tengah seperti perempuan umumnya kalau menyanggul, melainkan dua di kiri kanan yang sekilas mirip telinga kelinci.

Ketiga, teknik riffs and runs. Teknik yang digunakan Ziva ini lebih menonjol dan lebih matang dari peserta lainnya. Tak heran kalau Ziva juga kerap dijuluki Ratu Riffs and Runs di samping julukan Ratu Trending karena video penampilannya di Indonesian Idol kerap jadi tren di YouTube. Sebagai catatan, video penampilan Ziva saat audisi, dalam tempo 4 bulan saja, sudah ditonton 17 juta orang. Itu di akun YouTube resmi Indonesia Idol saja, belum termasuk pemirsa yang menonton penampilan Ziva itu di akun tak resmi dan video reaction-nya.

Semenjak penampilan perdananya di audisi, popularitas Ziva terus menanjak. Mulai dari babak Elimination 1, saat Ziva menyanyikan petikan ”Best Part” Daniel Caesar dan HER, Elimination 2 dengan lagu ”Versace On The Floor” dari Bruno Mars, dan di babak Showcase dengan lagu ”Unaware” dari Allen Stone.

AYO BACA: Mengenal Komunitas Gitar Klasik Preanger Guitarian di Kota Bandung

Lagu terakhir itu bahkan mengundang penyanyi aslinya, Allen Stone ikut berkomentar. Allen mengaku tak pernah mendengar orang lain menyanyikan lagu itu seenak dengan yang dilakukan Ziva. ”WOW! I’ve never heard anyone sing Unaware better. You are trully gifted. Very flattered that you chose my song. Good luck!” tulis Allen.

Lagu ”Unaware” ini memang termasuk ke dalam lagu yang Ziva sendiri merasa puas menampilkannya. Walaupun demikian, sebagaimana lagu lainnya yang bagus dibawakan Ziva, penontonnya relatif tak banyak. Hingga Rabu (19/2/2020), lagu ”Unaware” di YouTube Indonesian Idol hanya ditonton 4,7 juta orang.

Penampilan Ziva juga kerap mengundang standing ovation dari para juri. Maia Estianty mengaku ketagihan ingin melihat lagi dan melihat lagi Ziva tampil. Judika memujinya dengan menyatakan bahwa seorang bintang baru telah lahir di ajang Indonesian Idol season 10 itu.

2

Ziva Magnolya, salah seorang peserta Indonesian Idol Season 10. (Instagram/@zivamagnolya)

Ziva juga termasuk peserta yang penampilannya paling stabil. Lihat saja saat dia menyanyikan ”Sorry Not Sorry”dari Demi Lovato di babak Final Showcase, ”Berharap Tak Berpisah” dari Reza Artamevia di babak Spekta Show Top 15, ”Tanya Hati” dari Pasto di babak Spekta Show Top 14, ”Runaway Baby” dari Bruno Mars di babak Spekta Show 13, ”Human” di babak Spekta Show Top 12, ”Tegar” dari Rossa di babak Spekta Show Top 11, dan ”Peri Cintaku” dari Marcell di babak Spekta Show top 10.

AYO BACA: Benarkan Mendengarkan Musik Membuat Kerja Produktif?

Bersamaan dengan naiknya popularitasnya, jumlah haters-nya juga terus bertambah. Tak jelas kenapa orang membencinya. Banyak yang menduga, haters-nya sebenarnya bukan membenci Ziva melainkan membenci Maia Estianty yang terkesan menganakemaskan Ziva.

Sejak awal audisi, keberpihakan Maia memang terlihat. Sejak awal Maia sudah menjagokan Ziva untuk masuk kelima besar. Maia juga sempat menjanjikan akan membuatkan lagu untuk Ziva seandainya Ziva masuk 5 besar.

Maia juga kerap membela Ziva saat salah seorang juri menyebutkan penampilan Ziva tak sebagus penampilan sebelumnya. Maia terkadang dianggap mengapresiasi berlebihan setiap penampilan Ziva. Saat orang tak seharusnya standing ovation terhadap penampilan Ziva, Maia tetap standing ovation. Sementara saat peserta lainnya tampil bagus dan ditunjukkan dengan standing ovation dari empat juri lainnya, Maia malah mengkritik kekurangannya yang sebetulnya sangat sedikit.

AYO BACA:  Musik Ganggu Proses Kerja Kreatif

Maia sempat mengklarifikasi bahwa dia tak menganakemaskan Ziva. Maia mengaku tetap objektif dengan mengapresiasi siapa pun peserta yang menurutnya tampil bagus dan mengkritik siapa pun peserta yang tak tampil bagus. Namun klarifikasi itu tampaknya tak berhasil menepis sepenuhnya pandangan orang akan keberpihakan Maia terhadap Ziva.

Penampilan Ziva mulai terasa menurun saat Ziva menyanyikan lagu ”Penantian Berharga” dari Rizky Febian di babak Spekta Show Top 9. Ziva tampaknya kecewa sekali dengan penampilannya saat itu. Ziva sampai harus meminta maaf kepada penonton atas penampilannya itu.

Penampilan maksimal juga tak bisa dipertontonkan Ziva saat harus membawakan lagu dangdut ”Lagi Syantik” dari Siti Badriah di babak Spekta Show Top 8. Beberapa penampilan lainnya seperti saat menyanyikan ”Don’t You Worry ‘Bout A Thing dari Stevie Wonder di babak Spekta Show Top 7 dan ”Yummy” dari Justin Bieber di babak Spekta Show Top 6 tak bisa dibilang buruk, tapi jelas tak semaksimal penampilan-penampilan Ziva sebelumnya.

AYO BACA: Adrie Subono Akui Hafal Surat Yasin Berkat Habibie

Di sisi lain, penampilan para peserta lainnya mulai meningkat. Penampilan Tiara misalnya, yang suaranya semula dianggap mirip Raisa, mulai menemukan karakternya. Tiara bisa saja tersingkir saat audisi kalau saja tak diselamatkan oleh Judika. Belakangan, lebih-lebih setelah menyanyikan lagu ”Pamer Bojo” dari Didi Kempot di babak Spekta Show Top 8, pamor Tiara terus naik. Dari segi jumlah penonton di YouTube, penampilan Tiara di lagu ini berhasil menyingkirkan posisi yang sudah lama diduduki Ziva saat tampil di audisi.

3

Ziva Magnolya, salah seorang peserta Indonesian Idol Season 10. (Instagram/@zivamagnolya)

Progres yang tak kalah menariknya juga ditunjukkan oleh Lyodra yang sebelumnya dianggap hanya mengandalkan teknik dan kurang di rasa. Belakangan, Lyodra tampil spektakuler lantaran kemampuan teknik dan rasa di lagu yang dibawakannya. Saat penampilan Ziva menurun, penampilan Tiara dan Lyodra malah naik. Tak heran kalau kedua orang itu belakangan malah bergiliran jadi tren di YouTube mengalahkan Ziva.

Indonesian Idol season 10 ini memang dianggap paling berat lantaran banyak pesertanya yang bagus tekniknya dan kuat karakternya. Berbeda dengan Indonesian Idol sebelum-sebelumnya yang tiga besarnya relatif mudah ditebak, di Indonesia Idol season 10 ini sulit menebak siapa yang bakal tersingkir. Persaingan ketat sudah terasa semenjak 10 besar. Agsesia yang energik, Ainun, Novia, dan Mahalini yang powerful serta Mirabeth yang karakternya kuat harus tersingkir.

AYO BACA: 4 Cara Dengarkan Musik yang Aman bagi Telinga

Belakangan, penampilan Ziva sebetulnya sudah jauh lebih baik lagi. Misalnya saat duet dengan Maia Estianty di lagu ”In My Place” dari Coldplay di babak Spekta Show Top 5 atau saat melantunkan ”Dear Diary” dari Ratu di babak yang sama. Lepas dari suka dan tidak suka, penampilan Ziva saat membawakan lagu ”Listen” dari Beyonce di babak Spekta Show Top 4 patut diacungi jempol.

Terakhir, saat menaklukkan lagu ”Matahariku” dari Agnez Mo di babak Road to Grand Final, Ziva sebetulnya sudah kembali kompetitif. Namun tetap tak bisa meruntuhkan popularitas Lyodra dan Tiara. Ziva harus tersingkir di tiga besar, di babak Road to Grand Final. Hal yang disayangkan Zivellas, nama fan pendukungnya, kendati cukup dimaklumi.

Ada malah yang mensyukuri, dengan tersingkir di 3 besar, Ziva malah bisa populer. Soalnya ada anggapan, kalau jadi juara pertama Indonesia Idol malah akan terkena semacam kutukan tidak populer. Yang kariernya akan populer justru yang tidak jadi juara semacam Judika atau Marion Jola. Sebaliknya yang jadi juara malah tak terdengar lagunya meledak di pasaran.

AYO BACA: Menakjubkan! Pria Ini Ciptakan Musik dari Barcode, Tonton Videonya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar