Yamaha

Waterboom di Patahan Lembang, Aa Umbara: Warga Menolak, Izinnya Tidak Akan Keluar

  Selasa, 18 Februari 2020   Tri Junari
Lokasi pembangunan Waterboom di Patahan Lembang. (Ayobandung.com/Tri Junari)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Obyek wisata waterboom bakal berdiri di Kampung Suka Tinggal, RT 1 RW 2, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang tepat berada di atas patahan Lembang.

Adapun kawasan Gunung Batu, Lembang, merupakan garis Sesar Lembang dan Kawasan Bandung Utara (KBU) sehingga terlarang untuk pembangunan apapun.

Ketua RW 02 Desa Pagerwangi, Wawan membenarkan bahwa di sekitar kawasan Gunung Batu akan dijadikan waterboom. Namun sejauh ini, warga setempat belum mendapatkan sosialisasi terkait pembangunan obyek wisata tersebut.

"Pengembang atau pemerintah belum ada sosialisasi. Jadi warga dan pengurus RT/RW masih menolak rencana pembangunan itu," ujar Wawan, Selasa (18/2/2020).

Saat ini lokasi pembangunan waterboom sudah dipasang seng penutup. Selain itu ada juga papan dengan tulisan 'Mohon Maaf! Untuk Sementara Waktu Lokasi Ini Ditutup Untuk Umum Karena Dalam Penataan'.

AYO BACA : Restoran Boeing 737 dan Waterboom Bakal Dibangun di Galunggung

Warga Kampung Suka Tinggal, Solihin Rahmat (57) mengaku hingga saat ini pihaknya sama sekali belum mendapatkan sosialisasi dari pengembang terkait rencana pembangunan waterboom di wilayahnya.

“Iya, katanya bakal dijadikan waterboom, tapi saya enggak tahu kapan pembangunannya karena belum ada yang sosialisasi,” ucapnya.

Ia mengaku, mengetahui bakal ada pembangunan waterboom itu setelah mendengar dari warga yang lainnya yang menolak pembangunan itu karena masuk pada zona sesar Lembang dan KBU.

“Kalau memang berbahaya, saya juga pasti menolak,” ucapnya.

Kepala Desa Pagerwangi, Agus Ruhidayat, mengatakan, pihaknya akan mengakomodir keinginan warga setempat baik soal penolakan ataupun berkaitan dengan pelibatan warga dalam proyek pembangunan.

AYO BACA : Merasakan Sensasi Berbeda Berenang di Teejay Waterpark Tasikmalaya

“Tidak pernah ada izin ke desa, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maupun izin yang lainnya. Semuanya tidak ada. Jadi kami akan ikut suara warga yang menolak,” tuturnya

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, mengatakan jika persetujuan dari warga atau izin tetangga merupakan dasar penerbitan IMB dan rekomendasi pembangunan dari Pemkab maupun Pemprov.

"Kalau ada penolakan dari warga berarti izin tidak keluar. Karena dasar perizinan itu harus ada persetujuan dari warga," ujar Aa Umbara saat ditemui usai paparan di LPMP Jawa Barat, Jalan Cimareme, KBB, Selasa (18/2/2020).

Jika perizinan dari warga tidak dikantongi, otomatis pengembang tidak akan bisa mengurus perizinan ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lainnya.

Sesuai mekanisme perizinan, segala bentuk pembangunan di KBU butuh rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah rekomendasi dikantongi Pemkab baru bisa menerbitkan izin.

"Untuk yang waterboom ini, kalau warga sudah menolak tentu perizinan tidak bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Izin juga enggak akan keluar karena tidak ada dasarnya, apalagi ditolak warga setempat. Warga, RW, desa, kecamatan, itu urutannya," tuturnya.

AYO BACA : Soal Waterboom Lembang, Emil Sebut Wisata KBU Harus Sesuai Izin

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar