Yamaha

Kota Bandung Targetkan Latih 80 Tenaga Kerja untuk Magang ke Jepang

  Selasa, 18 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Sekretaris Disnaker Kota Bandung Lusi Lesminingwati (kiri). (Ayobandung.com/Nur Khansa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung akan melatih sebanyak 80 orang tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang. Tenaga kerja tersebut akan menjalani program magang di bidang keperawatan dan keahlian spesifik lainnya.

Sekretaris Disnaker Kota Bandung Lusi Lesminingwati mengatakan pihaknya menargetkan 80 orang tersebut dapat dilatih tahun ini selama 5 hingga 6 bulan. Selain keterampilan, pelatihan juga difokuskan pada penguasaan Japanese Language Proficiency Test (JLPT).

AYO BACA : Soal Waterboom Lembang, Emil Sebut Wisata KBU Harus Sesuai Izin

"Target tahun ini ada 80 orang yang dilatih dan diberangkatkan, pelatihan selama 5 sampai 6 bulan untuk lulus (JLPT), tapi sekarang kita coba padatkan," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

Dia mengatakan, salah satu syarat lolos kualifikasi program magang kerja ke Jepang adalah menguasai JLPT minimal di level N-4. Level tersebut setara dengan menguasai sekitar 300 kanji dan 1.500 kosakata, mampu membaca materi sederhana dan mengerti percakapan sehari-hari.

AYO BACA : Ridwan Kamil Akan Pasang Baliho Cegah Prostitusi di Puncak Bogor

"Kita sedang siapkan dulu SDM-nya, program pemagangan di sana harus menguasai Bahasa Jepang di level N-4," ungkapnya.

Saat ini, dia mengatakan, pihaknya masih menyeleksi calon tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan Jepang. Pihaknya juga akan memberi pelatihan agar keahlian yang dimiliki warga Bandung yang akan berangkat dapat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

"Sedang kita lakukan seleksi, karena targetnya jelas, masih dominan di bidang care giver. Kita juga sedang inventarisasi LPK mana yang sesuai, yang organisasinya jelas dan asosiasinya juga sudah ada," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, pihak Jepang sendiri membutuhkan kurang lebih sebanyak 350 ribu tenaga magang hingga 2023. Pihak Pemkot Bandung disebut menyanggupi untuk menyalurkan sebanyak 70 ribu orang.

"Kalau dilihat dari yang dilatih sekarang 80 memang masih jauh tapi setidaknya ada dan kita fokus dulu. Peminatnya banyak, tapi kami harus sesuaikan dengan kemampuan," ungkap Lusi.

AYO BACA : Tekan Harga Bawang Putih, Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar