Yamaha

23 Keluarga Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bandung Barat

  Selasa, 18 Februari 2020   Tri Junari
Ilustrasi -- Longsor timbun 10 rumah di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (11/2/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIPONGKOR, AYOBANDUNG.COM --
Bencana pergerakan tanah terjadi di Kampung Gadung, RT 05, RW 05, Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terjadi pada Senin (17/2/2020).

Informasi yang dihimpun Ayobandung.com, Selasa (18/2/2020) pagi, akibat pergerakan tanah ini sebanyak 23 keluarga dikabarkan mengungsi, 4 rumah rusak berat, 19 rumah rusak ringan, dan 13 rumah lainnya terancam pergerakan tanah berjenis rayapan.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, 23 keluarga itu diungsikan ke tempat yang lebih aman. Pergerakan tanah di lokasi ini juga diketahui pernah terjadi pada 2019 lalu. 

Bencana gerakan tanah dipicu curah hujan tinggi yang terjadi beberapa pekan terakhir sehingga menyebabkan bobot massa lereng bertambah dan kuat gesernya berkurang dan menurun. 

Sifat fisik batuan dan tanah menjadi kurang padat. Penataan drainase yang tidak kedap air mengakibatkan limpasan air hujan yang sebagian besar meresap ke dalam tanah dan menjenuhi lereng sehingga tanah menjadi jenuh air. 

Tanah lapukan  yang menumpang di atas batuan yang lebih kedap air dengan kelerengan yang relatif landai  jika hujan lebat gerakan tanah tipe rayapan mungkin terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Dudi Prabowo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan terjadinya bencana ini. "Betul, hari ini kita akan cek ke lapangan," ujar Dudi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar