Yamaha

Sidang Pembobolan Kas BRI Tambun, Terdakwa Berharap Vonis Ringan

  Senin, 17 Februari 2020   Faqih Rohman Syafei
Logo BRI. (istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Pengadilan Tipikor Bandung kembali menggelar sidang kasus pembobolan kas BRI Cabang Tambun, Bekasi senilai Rp13,8 miliar yang dilakukan oleh Asisten Manager Operasional dan Layanan (Amol), Ermansyah Putra, Senin (17/2/2020).

Agenda sidang kali yakni pembacaan pledoi. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa 11 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan, selain itu terdakwa juga harus mengganti uang Rp12 miliar atau lima tahun penjara.

AYO BACA : Kuasa Hukum Ermansyah Sebut Duit Pembobolan Bank BRI Tidak Dinikmati Sendiri

Kuasa hukum terdakwa, Tri Laksono mengatakan pledoi ini menolak tuntutan primer dari JPU terkait Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Tipikor terhadap terdakwa. 

Karena Ermansyah punya jabatan disitu, artinya ada kewenangan artinya jaksa tempatkan pada subsidernya yakni Pasal 3, ujarnya, Senin (17/2/2020).

AYO BACA : Bobol Kas BRI Rp13,8 Miliar, Ermansyah Dituntut 11 Tahun Penjara

Dia menilai terkait uang pengganti sebesar Rp12 miliar yang harus dibayarkan terdakwa tidak berdasar lantaran tidak ada keterangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, JPU telah keliru dengan menggunakan audit dari internal BRI.

Artinya kerugian negara hanya dihitung oleh internal BRI, nilai Rp12 miliar jadi kerugian negara. Seharusnya tidak bisa disampaikan pada persidangan ini karena tidak ada keterangan dari BPK, katanya.

Karena secara aturan Nomor 4 tahun 2016 telah ditegaskan bahwa untuk menghitung kerugian negara harus dari lembaga yang berwenang dalam arti ini BPK. Sangat tidak relevan harus dibebankan pada terdakwa untuk menggantinya, jelasnya.

Tri juga menjelaskan dalam pledoi ini, bahwa uang kas senilai Rp13,8 miliar itu tidak hanya dikelola sendiri oleh terdakwa. Tetapi dengan beberapa orang lainnya, sehingga diharapkan keterangan ini menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara.

Terdakwa mengaku bahwa melakukan perbuatan itu, tapi terlalu berat tuntutan ini. Diharapkan vonis yang seringan-ringannya seusai perbuatan dan aturan yang dilanggarnya, katanya.

AYO BACA : Sidang Pembobolan Bank BRI Tambun, Saksi Sebut Ada Transaksi Mencurigakan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar