Yamaha

Ekspor Jabar Melambat Akibat Virus Corona

  Minggu, 16 Februari 2020
Ilustrasi -- Kegiatan ekspor Jabar. (pixabay.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Wabah virus corona, tak hanya berpengaruh pada beberapa negara yang bergantung pada China. Namun, berpengaruh juga pada perekonomian di Jabar. Terutama, ekspor di Jabar yang sedikit melambat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Moh Arifin Soendjayana, industri manufacture di Jabar, barang modalalnya sekitar 30 persen berasal dari China. Contohnya, untuk barang-barang elektronika,  komponennya berasal dari China. Kemudian, dirakit di Jabar.

"Akibat corona ini, aktivitas ekonomi terganggu. Terutama aktivitas menufacture di Jabar terganggu. Karena, Produksinya sedikit jadi ekspornya juga menurun," ujar Arifin kepada Republika, Minggu (16/2/2020).

AYO BACA : Gara-gara Virus Corona, Pariwisata Indonesia Rugi Rp54 Triliun

Arifin mengatakan, ekspor di Jabar ke nasional sumbangannya melambat. Penurunan itu terjadi, karena terdampak akibat industri manufaktur yang terganggu produksinya karena suplai bahan baku terganggu.

"Ekspor menurun itu sudah mulai terasa, di akhir tahun. Bulan pertama 2020 ini juga sudah kelihatan menurun lagi.  Tapi, kan tak hanya Jabar, untuk industri manufaktur itu," katanya.

Kedua, kata dia, farmasi pun barang modalnya atau row material dari China. Kemudian, otomotif juga sama. Jadi, tiga besar yang kebanyakan barang modalnya atau setengah jadi dari China adalah manufacture, farmasi dan otomotif. 

AYO BACA : Dampak Virus Corona terhadap Ekonomi Akan Terlihat di Kuartal II

"Adanya kondisi corona itu bukan nggak boleh memasukkan. Tapi, kan kondisi di China-nya yang nggak memungkinkan mengirim barang dan lain-lain," kata Arifin.

Produk impor yang terganggu di Jabar, kata dia, termasuk impor bawang putih. Karena, hampir 95 persen kebutuhan nasional disuplai dari China.

Pemerintah pusat, kata dia, sudag mencari alternatif barang modal dan baranh jadi dari negara lain. Namun, bagaimana pun produk dari China itu lebih komptetitif.

"Produk negara lain, harganya bersaing dengan barang modal dari China tapi harga China memang kompetitif," katanya.

Khusus di Jabar, pihaknya berupaya bagimana agar barang-barang bisa impor bisa disubtitusi oleh produk lokal. "Tapi ya memang belum semuanya bisa terpenuhi," katanya.

AYO BACA : Saat ekspor Merosot, Pengusaha Harus Didukung

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar