Yamaha

Sensus Penduduk Bisa Online?

  Minggu, 16 Februari 2020   Netizen Nur Latifah Hanum
Ilustrasi: Sensus Penduduk Online (BPS)

Meriahnya gebyar kembang api di awal tahun 2020 sebagai pertanda gegap gempita akan hadirnya perhelatan akbar tahun 2020 di negara kita yaitu Sensus Penduduk 2020 (SP2020). Sensus penduduk merupakan momen yang ditunggu-tunggu dalam waktu sepuluh tahun sekali.

Pada tahun 2020, Sensus Penduduk akan dilaksanakan untuk yang ketujuh kalinya setelah Indonesia merdeka, yang dimulai dari tahun 1961. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, berbagai terobosan dilakukan pada pelaksanaan SP2020. SP2020 tampil dengan metode baru, yaitu metode kombinasi, yang mana pada sensus sebelumnya menggunakan metode tradisional. Tak hanya itu, pengumpulan data sensus yang sebelumnya hanya dilakukan dengan wawancara secara door to door oleh petugas sensus, kali ini sensus penduduk pertama kalinya juga dapat dilakukan secara online yang dikenal dengan sebutan Sensus Penduduk Online.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga pemerintah diamanatkan untuk melaksanakan kegiatan sensus penduduk sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 1996. Metode kombinasi yang digunakan pada SP2020 merupakan rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu menggunakan basis data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) sebagai prelist yang nantinya akan dilengkapi dengan kegiatan pencacahan penduduk secara lengkap. Pada tahun 2020 ini, tak hanya Indonesia saja yang melaksanakan kegiatan sensus penduduk, namun bersama-sama dengan 54 negara lainnya di dunia.

Data strategis

Data hasil sensus penduduk sangat dinanti-nanti bagi para pengambil kebijakan mulai dari pemerintah, pelaku bisnis dan industri, juga para akademisi. Hal ini tak lain karena data penduduk merupakan data dasar yang digunakan dalam pengambilan kebijakan di berbagai bidang. Pentingnya data kependudukan juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat melakukan pencanangan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara 24 Januari 2020, yang menyatakan bahwa saat ini data lebih penting dibandingkan dengan minyak, “data adalah a new oil, bahkan lebih berharga dari minyak.” Lebih lanjut bahwa data yang valid dan akurat menjadi pegangan dalam perencanaan, penyusunan, hingga pelaksanaan pembangunan. Begitu pentingnya keberadaan data kependudukan yang akurat tersebut maka keberhasilan sensus penduduk menjadi suatu hal yang vital. Tentunya, dukungan dan peran serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan pada Sensus Penduduk 2020.

Saat ini, Indonesia memiliki data kependudukan yang berbeda-beda dengan versi dan sumber yang berbeda. Bertolak dari sumber data kependudukan yang berbeda-beda inilah menjadikan Sensus Penduduk 2020 sebagai ajang untuk mewujudkan satu data kependudukan Indonesia. Apalagi data kependudukan merupakan data strategis yang harus ada dalam perencanaan pembangunan. Berbagai kebijakan pembangunan bermuara pada penduduk sebagai subyek maupun obyek pembangunan. Tanpa data yang valid dan akurat, maka pembangunan ibarat berjalan tanpa arah dan tujuan.

Berbagai upaya akan dilakukan demi suksesnya kegiatan Sensus Penduduk 2020. Salah satunya adalah cara pengumpulan data sensus dengan menggunakan berbagai moda (multimode data collection) antara lain Computer Aided Interviewing (CAWI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Paper and Pencil Interviewing (PAPI). Untuk pertama kalinya dalam sejarah sensus di tanah air, SP2020 dapat dilakukan secara daring dengan sebutan Sensus Penduduk online (SP Online) yang berlangsung mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

Pada SP2020 ini, masyarakat diajak dan diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi aktif dengan mencatatkan diri dan keluarganya melalui laman sensus.bps.go.id. Dokumen yang diperlukan untuk melakukan pengisian SP online antara lain nomer kartu keluarga (KK), KTP, dan akta nikah maupun akta cerai. Data yang diminta tidak banyak, antara lain mencakup nama, jenis kelamin, alamat, suku bangsa, kewarganegaraan, status perkawinan, pekerjaan, perumahan dan lainnya.

Mengapa ada sensus penduduk online?

Salah satu terobosan baru yang dilakukan pada SP2020 adalah melalui Sensus Penduduk Online. Penawaran adanya SP online ini tentunya memiliki berbagai pertimbangan yang matang. Berbagai alasan mengapa sensus penduduk dapat dilakukan secara online di Indonesia. Pertama, tak bisa dipungkiri bahwa ledakan informasi pada era industri 4.0 sangat berkembang pesat. Teknologi digital mampu mengubah kebiasaan masyarakat menjadi serba praktis.

Berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dan cepat tanpa harus tatap muka langsung dengan penyedia. Hampir semua kegiatan dapat dilakukan secara online, mulai dari pesan makanan, pesan transportasi, kirim barang, bayar tagihan, belanja barang, dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan  secara online. Kegiatan yang serba praktis menjadikan masyarakat tidak bisa lepas dari genggaman teknologinya. Banyak tempat nongkrong seolah memanjakannya dengan sarana free wifi. Literasi teknologi informasi saat ini dinilai sudah siap. Berdasarkan Kemenkominfo bahwa pada tahun 2020 hampir semua desa di Indonesia tersedia infrastruktur jaringan internet. Hal ini tidak menjadi suatu hambatan dalam melakukan akses pada laman sensus penduduk online.

Perkembangan informasi yang pesat diikuti juga dengan meningkatnya literasi masyarakat. Literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi yang semakin baik menjadikan terobosan SP2020 melalui SP Online dapat dilakukan. Berdasarkan We Are Social 2019 menunjukkan bahwa ada sekitar 150 juta penduduk sebagai pengguna aktif media sosial. Waktu penggunaan internet per hari rata-rata 8 jam 36 menit dengan rata-rata penggunaan media sosial 3 jam 26  menit per hari. Adapun pengguna aktif medsos, sekitar 66 persen adalah umur 18-34 tahun. Nah, tingginya penggunaan medsos ini menjadikan SP2020 ini juga tidak mau ketinggalan dengan perkembangan zaman yang serba online. Dengan metode ini, kaum milenial juga memiliki kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam SP online dengan mengisi data pribadinya beserta keluarga.

Kedua, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan SP2020 tanpa harus menunggu kedatangan petugas sensus ke rumah-rumah. Seperti kita ketahui bersama bahwa tingkat mobilitas masyarakat saat ini juga semakin meningkat khususnya di wilayah perkotaan. Masyarakat yang memiliki kesibukan dalam hal pekerjaan serta kemacetan lalu lintas dapat menjadi kendala besar ketika SP2020 hanya dilakukan secara wawancara door to door. Tak bisa dibayangkan betapa sulitnya petugas untuk bertemu dengan responden yang berangkat kerja dari pagi hingga sore bahkan sampai malam hari.

Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat saat ini cenderung lebih individualis dan mementingkan privacy. Sehingga, langkah inilah yang cocok untuk mengatasi responden yang tidak “tersentuh” oleh petugas, antara lain masyarakat yang sulit untuk ditemui karena kesibukan dan privacynya. Dengan tingkat mobilitas yang tinggi dan kerap tidak berada di tempat tinggal, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperbaharui datanya secara mandiri. SP online akan memudahkan masyarakat untuk mencatatkan diri dan keluarganya dengan menyesuaikan waktu luangnya, kapan saja dan dimana saja selama periode pelaksanaan SP online. Pengisian SP online bisa dilakukan sambil bersantai, duduk-duduk, ngopi tanpa perlu menunggu petugas datang untuk wawancara. Hal ini memudahkan masyarakat dengan memberikan berbagai pilihan cara untuk berpartisipasi dalam kegiatan sensus penduduk.

Ketiga, membangun budaya baru di masyarakat terhadap arti pentingnya data. Budaya cinta data dapat dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran tentang arti pentingnya data, dimulai dari kepedulian terhadap data pribadinya. Kesadaran masyarakat akan pentingnya data bagi perencanaan pembangunan dapat diwujudkan dengan ikut berpartisipasi aktif dan memberikan konstribusi demi suksesnya SP2020. Tingkat keakuratan data kependudukan sangat dipengaruhi oleh tingkat kejujuran masyarakat dalam memberikan data yang sebenar-benarnya.

Sensus penduduk online merupakan sebuah proses dalam rangka mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya data dan teknologi. Kepedulian masyarakat dalam memberikan data yang sebenar-benarnya ini sebagai wujud peran serta masyarakat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Data yang masyarakat berikan sangat bermanfaat sebagai bahan perencanaan dan evaluasi pembangunan. Melalui Sensus Penduduk online, masyarakat dapat turut serta dalam membangun data kependudukan Indonesia. Jadi, marilah kita menjadi bagian dari sejarah perayaan momentum kita sebagai penduduk Indonesia dengan ikut berpartisipasi secara aktif melalui sensus penduduk online pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Pastikan diri anda tercatat dalam Sensus Penduduk 2020. 

Nur Latifah Hanum
Statistisi Ahli Muda pada Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Netizen : Nur Latifah Hanum
Nur Latifah Hanum

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar