Yamaha

Ganesha Film Festival 2020 "Germinal" Angkat Tema Manusia dan Teknologi

  Sabtu, 15 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Pameran fotografi

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Acara dua tahunan Ganesha Film Festival (Ganffest) kembali diselenggarakan pada Jumat (14/2/2020) hingga Minggu (16/2/2020) di Institut Français d'Indonèsie (IFI) Bandung. Mengambil tema "Germinal", festival film pendek yang diselenggarakan oleh Liga Film Mahasiswa ITB tersebut mengangkat isu tentang perjalanan relasi manusia dengan teknologi.

Direktur Ganffest 2020 Muhammad Iqbal Juristian mengatakan, Germinal yang memiliki arti harfiah "dalam fase perkembangan" dipilih sebagai tema untuk menggambarkan konsekuensi dari hubungan manusia dan teknologi yang terus berkembang. Selain melalui film pendek, tema tersebut juga diejawantahkan pada berbagai media mulai dari fotografi dan virtual reality (VR).

"Maka dari itu kita juga tampilkan fotografi dan VR karena itu juga merupakan bagian dari Germinal, dari perkembangan, bahkan sekarang apresiasi film juga bisa dilakukan dari tekologi foto dan VR," ungkapnya ketika ditemui di IFI Bandung, Sabtu (15/2/2020).

Film-film pendek yang ditayangkan pada Ganffest kali ini ini terbagi ke dalam sejumlah sesi tematik dan sesi kompetisi. Untuk sesi kompetisi, panitia Ganffest 2020 telah menerima hingga 300 karya film pendek dari berbagai sineas kategori umum.

"Pendaftarannya dibuka dari awal tahun dan masuk 300 film, terpilih 7 film. Kami saring sesuai dengan kriteria," ungkapnya.

Adapun kriteria tersebut, dia mengatakan di antaranya dinilai dari sisi sinematografi, bahasa film, serta tema yang sesuai dengan isu yang diangkat. Ketujuh film pendek yang dikompetisikan ini nantinya akan kembali diseleksi untuk menerima piala penghargaan.

"Pesertanya ada yang dari berbagai daerah di Jawa, Bali, dan daerah lain di luar Pulau Jawa," ungkapnya.

Adapun film-film pendek tematik lainnya terbagi ke dalam sejumlah program khusus, di antaranya "Bandung Nu Aing" , "Love 4.0" , "Dislokasi" , dan "Horizon". Selain itu, pameran fotografi dan sejumlah workshop pun turut diselenggarakan.

"Saya ingin agar festival ini menjadi lebih familiar bagi audiens yang lebih luas. Kami berharap orang datang ke sini sebagai sarana hiburan juga, dan apa yang kami komunikasikan lewat ajang ini dapat tersampaikan ke publik," ungkapnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar