Yamaha

Protes, Warga Bandung Barat Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak

  Jumat, 14 Februari 2020   Tri Junari
Warga memasang pohon pisang di jalan yang berlubang di sekitar Pasar Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIHAMPELAS, AYOBANDUNG.COM -- Kesal karena jalan tak kunjung diperbaiki, warga sekitar Pasar Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasang plang dan pohon pisang di tengah jalan penghubung Cihampelas-Cipatik.

Hambali (55), salah seorang pengemudi ojek sekitar lokasi menuturkan, pohon pisang yang viral ditanam di jalan berlubang itu diperkirakan sudah ada sejak Kamis (13/2/2020) malam.

"Saya tahunya tadi pagi. Tapi sekarang udah dicabut lagi sama warga, soalnya sempat bikin macet," ujar Hambali saat ditemui, Jumat (14/2/2020).

Berdasarkan pantauan, ruas jalan sebelah kiri menuju Cililin dan sekitarnya terdapat sejumlah lubang yang menganga. Ukurannya cukup besar dan membahayakan pengendara.

AYO BACA : Jalan Penghubung Cipeundeuy-Cikalongwetan Kembali Longsor

Jika malam tiba, penerangan di lokasi tersebut juga sangat kurang. Warga bahkan sempat menutupi jalan berlubang dengan bebatuan.

"Banyak motor kesandung kalau malam. Lubangnya besar. Sangat membahayakan," tutur Hambali.

Menurut Hambali, jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki, sehingga kondisinya semakin dalam. "Kalau enggak salah setahun lebih belum di-hotmik lagi," sebutnya.

Asep (45), pengemudi ojek lainnya mengungkapkan, sudah ada beberapa kecelakaan lalu lintas yang di lokasi jalan yang rusak. "Seingat saya, ada sekutar 5 kejadian motor jatuh. Rata-rata malam semua," tuturnya.

AYO BACA : Aa Umbara Usut Penyebar Teror Selebaran Makar

Dia mengatakan, warga dan pengemudi ojek sudah mencoba menutupi lubang-lubang itu dengan bahan seadanya. Namun terus tergerus oleh air hujan.

"Rencananya tadi mau ditutup lagi, tapi macet. Kayanya nanti malam biar enggak membahayakan," terang Asep.

Kepala Desa Cihampelas Asep Mulyadi menilai, aksi tanam pisang pada jalan berlubang itu bukan bentuk protes warga, namun sebagai tanda hati-hati bagi pengguna jalan yang melintas.

"Kalau enggak ditandai sama pohon pisang, bahaya. Lubang tergenang air kan tidak terlihat oleh pengendara, bisa jatuh," katanya.

Menurutnya, Jalan Cihampelas-Cililin mulai rusak ketika terus-menerus diguyur hujan. "Kalau rusaknya 300 meter, ya kira-kira sebulan ke belakang kan hujan terus," ungkapnya.

Kabid Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) KBB, Aan Sofyan menerangkan perbaikan jalan itu telah masuk dalam agenda kerja tahun 2020 ini. 

Pekerjaan masih dalam tahap lelang kemungkinan mulai dikerjakan pada pertengahan taun ini. "Masuk tahun ini, sekarang masuk tahap persiapan lelang," terang Aan yang dihubungi melalui pesan singkat.

AYO BACA : Dalam 3 Bulan, 10 Orang Terjangkit AIDS di Bandung Barat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar