Yamaha

Merasa Tak Langgar Kode Etik, Kadisbud Cianjur Pertanyakan Pemanggilan Bawaslu

  Jumat, 14 Februari 2020   Muhammad Ikhsan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Oting Zaenal. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Oting Zaenal Mutaqin mempertanyakan pemanggilan dirinya oleh Bawaslu Cianjur, terkait adanya pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu terjadi setelah ia mendaftar penjaringan partai politik Pilkada Cianjur 2020.

“Pelanggaran apa yang saya lakukan, lagian saya baru hanya sebatas mendaftar saja, tidak melakukan politik pragmatis,” kata Oting Zaenal Mutaqin pada Ayobandung.com, Jumat (14/2/2020).

Oting juga mempertanyakan  kinerja Bawaslu karena menurutnya saat ini belum masuk tahapan Pilkada, baru sebatas pendaftaran bakal calon.

“Kan seharusnya Bawaslu bekerja itu saat tahapan pilkada dimulai, bukan saat ini yang memang belum apa-apa. Saya malah mempertanyakan motifnya apa Bawaslu memanggil saya?” tegasnya.

Kalaupun ada dugaan pelanggaran saya sebagai ASN, kata dia, seharusnya ia dipanggil oleh inspektorat, bukannya Bawaslu Cianjur karena belum masuk tahapan Pilkada.

“Kalaupun saya dianggap melanggar kode etik ASN, seharusnya saya berurusan dengan Inspektorat maupun BKPPD,” terangnya.

Berkenaan pemanggilan hari ini, Oting menegaskan tidak akan datang ke Bawaslu. “Saya tidak akan datang,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Budi Rahayu Toyib yang juga mendapat panggilan dari Bawaslu menyatakan akan datang karena menghormati lembaga Bawaslu.

“Insyaallah akan datang, karena saya menghormati lembaga Bawaslu. Tapi tidak akan hari ini, karena ada acara kerja di luar kota,” ucapnya.

Perihal pemanggilan Oting, Budi menyatakan bahwa memang seharusnya inspektorat yang melakukan pemanggilan kalau memang ada pelanggaran kode etik ASN.

“Memang inspektorat seharusnya memanggil kalau kaitannya dengan kodek etik ASN. Tapi nanti akan saya jelaskan kepada Bawaslu tentang mekanisme ASN,” ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar