Yamaha

Bukan Soal Penampilan Semata, Ini Fakta Soal Obesitas

  Sabtu, 15 Februari 2020
Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Obesitas mungkin tampak seperti masalah penampilan semata. Padahal obesitas telah dianggap sebagai sebuah penyakit dan telah menjadi epidemi di dunia yang dialami sekitar 1,7 juta orang.

Obesitas sudah menjadi penyakit, makin lama makin banyak, ungkap spesialis bedah konsultan bedah digestif dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) Dr dr Wifanto Saditya Jeo SpB-KBD saat ditemui di SHKJ, Jakarta, belum lama ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa obesitas merupakan akumulasi lemak yang berlebih atau abnormal sehingga memicu risiko bagi kesehatan. Berdasarkan ketentuan WHO, seseorang dikatakan obesitas bila memiliki indeks massa tubuh (IMT) sebesar 30 atau lebih.

Akan tetapi, orang-orang Asia memiliki batasan yang berbeda karena memiliki ukuran tubuh yang cenderung lebih kecil. Orang-orang Asia dikatakan mengalami obesitas bila memiliki IMT sebesar 27 atau lebih.

Peningkatan prevalensi obesitas juga turut sejalan dengan peningkatan prevalensi komorbiditasnya. Beragam komorbiditas dari obesitas bertanggung jawab atas sekitar 2,5 juta kematian per tahun di dunia. Beberapa komorbiditas dari obesitas adalah diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, dislipidemia, penyakit kardiovaskular, strok, apnea tidur hingga beberapa jenis kanker.

Kenapa obesitas harus diobati? Karena penyakit (yang berkaitan dengan obesitas) banyak, lanjut Wifanto.

Melihat banyaknya komorbiditas atau risiko komplikasi ini, obesitas perlu ditangani secara serius. Penanganan obesitas bisa dimulai dari upaya-upaya yang bersifat noninvasif seperti modifikasi pola makan, aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan.

Bila upaya noninvasif tidak berhasil, bedah bariatrik bisa menjadi solusi untuk menangani obesitas. Bedah bariatrik merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan untuk mengubah sistem pencernaan dan membantu pasien obesitas menurunkan berat badan dengan lebih optimal.

Bedah bariatrik memiliki beragam jenis. Akan tetapi, beragam jenis bedah bariatrik ini bisa dikelompokkan ke dalam dua kategori besar yaitu bedah bariatrik yang bekerja dengan cara restriksi dan bedah bariatrik yang bekerja dengan cara malabsorpsi.

Bedah bariatrik dengan prosedur malabsorpsi adalah metode pembedahan yang bertujuan untuk membatasi jumlah asupan yang masuk ke dalam tubuh dengan cara mengurangi atau memperkecil ukuran lambung.

Bedah bariatrik dengan prosedur malabsorpsi adalah metode pembedahan yang bertujuan untuk membatasi penyerapan makanan di dalam saluran usus dengan cara memotong-kompas atau melakukan bypass pada sebagian dari usus kecil. Prosedur restriksi dan malabsorpsi ini juga bisa diterapkan sebagai prosedur kombinasi atau prosedur hibrida.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar