Yamaha

Balita Tewas Dipatuk, Kadinkes Cirebon Petakan Wilayah Rawan Ular

  Jumat, 14 Februari 2020   Erika Lia
Kadinkes Cirebon Enny Suhaeni. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengatakan, ular mulai mengancam masyarakat saat musim hujan. Warga yang tinggal di kawasan yang kerap tergenang air, dinilai menjadi komunitas yang rentan terhadap serangan ular.

Saat musim hujan, katanya, area kebun kosong dan persawahan jadi tempat bersarang dan berkembang biak ular jenis tertentu, termasuk ular berbisa.

"Warga yang tinggal di kawasan semacam ini perlu waspada dan lebih hati-hati, serta menjaga lingkungan sekitar rumah," pintanya.

Selain Mundu, kawasan rawan banjir lain di Kabupaten Cirebon, di antaranya Kaliwedi, Susukan, Bunder, Pangkalan, Ciledug, Babakan, Losari, Gunungjati, Jagapura, maupun Waled.

Sejauh ini, pihaknya telah menyediakan serum anti bisa ular (SABU) untuk pertolongan pertama bagi warga yang terkena gigitan ular.

"Nyawa korban gigitan ular tergantung pada pertolongan pertama. Kalau tidak tepat, akibatnya fatal," ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa gigitan ular telah menewaskan seorang balita, AO (4), warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

"Keluarga korban (Adila) tinggal di salah satu daerah rawan banjir. Lokasi tempat tinggalnya juga berdekatan dengan kebun dan sawah," tuturnya.

Kasus ini pun mendapat atensi khusus pihaknya mengingat tergolong sangat jarang terjadi.

Kejadian yang menimpa Adila hingga membuatnya koma selama lima hari hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (12/2/2020) malam, menjadi peringatan bagi warga lain yang tinggal di kawasan rawan banjir.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar