Yamaha

Pemprov Jabar Terapkan Pembelian Tiket Pesawat Perjalanan Dinas Via Online

  Rabu, 12 Februari 2020   Dadi Haryadi
Ilustrasi tiket pesawat. (Antara)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa melakukan kerja sama dengan 4 aplikasi penyedia jasa tiket online. 

Kepala Biro Pengadaan dan Jasa Setda Jabar Ika Mardiah mengatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah memberikan arahan untuk melakukan inovasi di sektor pengadaan jasa untuk perjalanan dinas.

“Pak Gubernur meminta agar pembelian tiket pesawat bisa dilakukan online, agar murah dan cepat,” katanya di Bandung, Rabu (12/2/2020).

Dia menjelaskan kerjasama dengan empat aplikator tiket online tersebut antara lain dengan Tiket.com, Traveloka, Aerotravel dan Voltras. Perjanjian kerjasama rencananya akan digelar pada Februari.

AYO BACA : Menhub Sebut Harga Tiket Pesawat Turun 30 Persen

“Nanti secara teknis penandatanganan kerjasama oleh Pak Sekda,” katanya.

Selain murah, kata Ika, efisiensi akan terjadi jika inovasi ini sudah diterapkan. pihaknya mencatat anggaran perjalanan dinas seluruh dinas di Pemprov Jawa Barat mencapai Rp37 miliar tahun lalu.

“Sekarang tiket pesawat bisa pilih yang mana saja dari penyedia jasa online yang lebih murah,” jelasnya.

Menurutnya, keuntungan kedua adalah transparansi. Penyedia jasa yang bekerjasama juga memberikan data untuk dipantau pihaknya agar terhindar dari modus penyalahgunaan perjalanan dinas.

AYO BACA : DPRD Jabar Dorong Perjalanan Dinas dari BIJB

“Ada yang pesan tiket pesawat tapi tidak berangkat, tapi boarding passnya itu ada, ini untuk menghindari hal-hal seperti ini,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan teknis pembelian tiket online ini, nantinya setiap organisasi perangkat daerah akan memiliki akun tersendiri di setiap penyedia jasa. 
Saat memesan tiket, ada fitur untuk memasukan surat tugas sebagai bukti perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN). “Nama booker dan issued juga beda,” ujar Ika.

Terobosan ini menurut Ika terbilang progresif mengingat provinsi lain belum menggunakan layanan online sebagai basis pembelian tiket perjalanan dinas. “Jawa Barat menjadi  provinsi yang pertama menggunakan aplikasi online untuk pembelian tiket pesawat online,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  mengatakan tiket dan akomodasi perjalanan dinas aparatur sipil negara didorong membeli via online agar terjadi efisiensi anggaran.

"Perjalanan dinas sekarang harus beli online itu satu keputusan besar. Selama ini masih tidak efisien karena dananya tidak sedikit yang dikelola oleh urusan itu," katanya di Bandung, Sabtu (28/12/2020) lalu.

Menurutnya, anggaran untuk perjalanan dinas jika mengandalkan sistem pembelian via agen perjalanan seperti yang dilakukan saat ini biayanya lebih mahal. Meski tidak murah, pembelian tiket dan akomodasi via aplikasi online diyakini lebih efektif dan efisien.

"Selama ini masih ada yang belinya manual sehingga pas dibandingkan dengan online harganya terlalu mahal untuk mengefisienkan tidak boleh ada manual lagi semua serba online sesuai visi Jabar Digital,” katanya.

AYO BACA : Cegah Korupsi, Pemprov Dorong Pembayaran Nontunai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar