Yamaha

Ini Kata Warga Bandung Soal Rencana Penerapan e-Tilang

  Rabu, 12 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
CCTV pemantau lalu lintas kendaraan. (Antara)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Wacana penerapan sistem tilang berbasis elektronik atau e-Tilang di Kota Bandung belakangan mencuat ke permukaan. Sistem yang memungkinkan untuk merekam aksi pelanggaran lalu lintas melalui CCTV khusus tersebut sebelumnya telah diterapkan di DKI Jakarta dengan nama electronic traffic law enforcement (ETLE).

Namun, hingga saat ini Pemerintah Kota Bandung belum merumuskan lebih jauh soal teknis dan aturan penerapan sistem tersebut. Adapun pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung mengatakan telah siap mengembangkan sisi teknologi yang dibutuhkan apabila e-Tilang diberlakukan.

Aturan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat Kota Bandung. Berdasarkan hasil wawancara Ayobandung.com, Rabu (12/2/2020), mayoritas warga yang diwawancarai tidak merasa keberatan bila e-Tilang diberlakukan

Seperti yang disampaikan Mien Julietty (63), seorang ASN yang sehari-harinya mengendarai kendaraan roda empat ini mengatakan setuju terhadap e-Tilang. Dia mengatakan, hal tersebut berpotensi meningkatkan kesadaran pengendara dalam berlalu lintas.

"Setuju, bagus lah itu sistemnya. Kalau diterapkan ya saya akan lebih berhati-hati," katanya.

AYO BACA : Kota Bandung Belum Terapkan E-Tilang

Dia mengatakan, selama ini banyak pengendara yang tak segan-segan melanggar aturan lalu lintas apabila tidak ada aparat yang berjaga. Dengan diterapkannya e-Tilang, dia mengatakan hal tersebut akan mampu membuat warga lebih segan melanggar.

"Orang juga kayaknya bakal lebih hati-hati karena biasanya kan hanya takut sama polisi. Kalau ada e-Tilang bisa lebih merasa terawasi karena sama-sama dipantau lewat CCTV," jelasnya.

Sementara itu, Arian Maulana (21) mahasiswa yang berdomisili di Kiaracondong ini juga merasa e-Tilang dapat bermanfaat. Rekaman CCTV e-Tilang, dia mengatakan, dapat dijadikan barang bukti apabila terdapat pelanggar lalu lintas yang 'ngeyel' ketika ditegur aparat.

"Menurut saya bisa bermanfaat karena bisa mengurangi konflik antara petugas kepolisan dengan pengendara yang melanggar," ungkapnya.

"Selama ini kan banyak kasus orang sudah ditilang tapi 'ngeyel', malah marah-marah. Kalau ada rekaman CCTV mungkin bisa membantu," lanjutnya.

AYO BACA : Aturan Belum Muncul, E-Tilang di Bandung Belum Berlaku

Namun, dia berharap sistem e-Tilang dapat disosialisasikan terlebih dahulu apabila akan benar-benar diterapkan di lalu lintas Kota Bandung. Bila tidak disosialisasikan, dia mengatakan hal tersebut malah akan berpotensi mengundang kemarahan warga.

"Harus banyak sosialisasi dulu sih, soalnya kalau tiba-tiba ditilang ketika enggak ada Polisi takutnya malah ada konflik lain dengan warga," jelasnya.

Dukungan penerapan e-Tilang juga diutarakan oleh Muhamad Yudistira (29), wirausaha yang sehari-harinya berjualan di bilangan Saparua. Dia mengatakan mendukung program e-Tilang karena dinilai akan mampu mengurangi jumlah pelanggar lalu lintas.

"Setuju, semoga jadi lebih banyak yang taat sama peraturan lalu lintas kalau e-Tilang berlaku," ungkapnya.

Dia mengaku selama ini belum pernah melanggar aturan lalu lintas, dan kerap merasa risih dengan para pelanggar karena tak jarang membuat suasana lalu lintas menjadi semrawut hingga membahayakan keselamatan.

"Saya pribadi sih jadi lebih enak kalau ada e-Tilang, soalnya selama ini juga enggak pernah melanggar aturan dan suka risih sama yang melanggar. Kalau pelanggar berkurang kan jadi nyaman," jelasnya.

AYO BACA : E-Tilang, Obat Mujarab untuk Pelanggar Lalu Lintas?

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar