Yamaha

Gadis Korban Rudapaksa di Cimahi Wafat, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

  Rabu, 12 Februari 2020   Tri Junari
Nanang (27), tersangka rudakpaksa terhadap gadis 15 tahun asal cimahi, di Mapolres Cimahi. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Gadis korban penganiayaan disertai rudapaksa berusia 15 tahun, yang merupakan warga Kota Cimahi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif lebih dari sepekan di ruang ICU RSUD Cibabat, Kota Cimahi, Rabu (12/2/2020) siang.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, korban yang ditemukan warga sekarat di kebun sekitar Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, 29 Januari 2020, akhirnya meninggal dunia.

Atas meninggalnya korban, dua pelaku Nanang (27) dan teman korban NN (17) yang kini mendekam di balik jeruji besi akan dijerat pasal berlapis tentang pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

Ditambahkan Pasal 80 ayat 3 UU perlindungan anak tersebut tentang kekerasan mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, kata Kapolres melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020) siang.

Sebelumnya, polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 81 atau 82 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara

AYO BACA : Sempat Dirawat, Gadis Korban Rudapaksa di Cimahi Meninggal Dunia

Dalam berita Ayobandung.com sebelumnya, polisi telah berhasil mengungkap teka-teki penemuan gadis bersimbah darah ditengah kebun.  

Pelaku penganiayaan dan rudapaksa ialah Nanang (27) dan teman korban NN (17). Keduanya terbukti melakukan penganiayaan dan rudapaksa kemudian membuangnya ditengah kebun warga.

Setelah Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi berhasil menangkap keduanya tanpa perlawanan.

Yoris mengungkapkan, peristiwa itu diawali ketika tersangka NN dengan korban saling berkirim pesan singkat sampai akhirnya sepakat bertemu. 

Korban dibawa NN dan temannya (saksi) ke wilayah Cipageran di sebuah saung dan bertemu dengan tersangka Nanang, ungkapnya.

AYO BACA : Dicekok Miras, Gadis di Cimahi Jadi Korban Rudapaksa

Sesampainya di sana, para tersangka melakukan pesta miras dan mencekok korban. Di lokasi pertama, tersangka NN sempat melakukan pencabulan terhadap korban namun tak sampai rudapaksa.

Kemudian, tersangka NN dan temannya (saksi) disuruh pergi membeli rokok dan makanan. Kesempatan berdua dengan korban dimanfaatkan Nanang melampiaskan nafsu bejat.

Korban dibawa pakai motor ke pinggir kebun dan dilakukan penganiayaan dengan cara dipukul dan ditusuk pakai batang bambu kering. Luka parah pada bagian wajah, beber Yoris.

Setelah korban tidak berdaya, dalam keadaan mabuk berat Nanang tega menyetubuhi korban sebanyak tiga kali. 

Usai puas melapiaskan nafsu bejatnya, Nanang meninggalkan korban dalam keadan sekarat dan malah menutupi tubuh korban dengan pohon bambu kering. 

Korban baru ditemukan petani warga setempat tanggal 29 Januari 2020 sekitar pukul 21.30 WIB dan dibawa ke RSUD Cibabat. 

Dalam keadaan terluka, korban disetubuhi, kemudian ditutup dengan pohon bambu, kata Yoris.

AYO BACA : Usai Dicekok Miras, Warga Saguling Digilir 5 Pemuda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar