Yamaha

Cara Jitu Emak-emak Bekasi Siasati Melonjaknya Harga Bawang Putih

  Rabu, 12 Februari 2020   Firda Puri Agustine
Bawang putih di Pasar Leuwi Panjang, Kabupaten Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Melambungnya harga bawang putih membuat ibu rumah tangga (IRT) di Bekasi gundah gulana. Pasalnya, bumbu dapur satu ini memang merupakan kebutuhan penting saat memasak di dapur.

Salah satu IRT di Perumnas 1 Bekasi,  Puteri mengeluhkan masakannya menjadi kurang lezat lantaran ia menghemat penggunaan bawang putih yang harganya mencapai Rp65.000 per kilogram di Pasar Baru Bekasi. 

"Bawang putih pakenya mesti diirit-irit biar uang belanja kagak boncos. Beli seperempat kilo aja sekarang bisa Rp15.000 sampai Rp20.000. Lah itu mah bisa buat beli bahan sayur sop," katanya kepada Ayobekasi.net, Selasa (11/2/2020).

Tak mau masakannya terus hambar, ia menyiasati dengan membeli bawang putih bubuk yang bisa didapatkan mudah lewat aplikasi online shop. Meski harganya tidak juga murah, namun cara ini diyakini bisa menghemat pembelian bawang putih. 

"Kalau pake yang bubuk kan satu sendok teh aja udah berasa. Jadi selang seling ngebumbuinnya," ujar Puteri. 

Cara lain dilakukan Sari, IRT yang tinggal di Medan Satria, Bekasi Utara. Dia membeli bawang putih dengan cara dicicil. Misal, beli di warung Rp10.000 untuk penggunaan maksimal satu minggu. 

"Nanti habis ya beli lagi eceran. Ngakalinnya tambahin aja bawang merahnya agak banyakan," katanya.  

Dia berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk mengatasi harga bawang putih yang diketahui impor dari Cina tersebut. Bisa dengan mengadakan pasar murah maupun menanam sendiri bawang putih di dalam negeri. 

"Kurang-kurangin impor dah kalo bisa mah biar harga-harga pada murah," ujarnya.  

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar