Yamaha

Usai Kontra Barito, Adaptasi Formasi dan Stamina Jadi Bahan Evaluasi Persib

  Selasa, 11 Februari 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Persib Bandung menang tipis atas tamunya, Barito Putera dengan skor 2-1 dalam laga uji coba di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (11/2/2020) malam. Pelatih Persib Bandung Robert Alberts mengatakan, kemenangan ini sedianya bukan menjadi fokus utama.

Robert justru mengatakan uji coba ini menjadi bahan evaluasi sesunguhnya dari skuat Maung Bandung sebelum bertarung dalam kompetisi Liga 1 2020. Karenanya usai laga kontra Laskar Antasari, pelatih asal Belanda itu mengevaluasi permainan dari tim asuhannya. 

Untuk evaluasi di babak pertama, Robert mengaku permainan anak asuhnya tidak sesuai dengan yanh diinstruksikannya. Robert menilai permainan anak asuhnya sangat lambat di awal laga. Bahkan Robert memgakui, anak asuhnya sulit mengembangkan permainan di 30 menit awal.

"Pada 30 menit awal kami bermain lambat, sangat lambat dan kami tidak memulai pertandingan seperti yang sebelumnya sudah kami diskusikan. Pemain terlalu banyak berpikir untuk melakukan tugas sesuai instruksi jadi kalian bisa melihat kami tidak bisa menampilkan permainan yang diinginkan," kata Robert dalam jumpa pers usai laga di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (11/2/2020) malam.

Melihat kondisi tersebut, Robert langsung menginstruksikan untuk mengubah permainan. Skuat Maung Bandung diminta memainkan tempo cepat. Alhasil Persib mulai bangkit dan bermain lebih menekan di akhir babak pertama.

"Baru di 15 menit terakhir babak pertama tim meningkatkan kecepatannya dan langsung ketika kami bermain lebih cepat, kami punya serangan yang berbahaya ke pertahanan Barito karena kami memainkan tempo yang berbeda," katanya.

Robert juga mengatakan, di babak kedua dirinya mengubah formasi. Pasalnya memasang Fabiano Beltrame sebagai gelandang bertahan tidak terlalu efektif. Untuk itu dia mengubah komposisi pemain dengan memasukan Zalnando menggantikan Fabiano, dan Dedi Kusnandar serta Beckham Putra untuk memberikan aliran bola kepada dua striker, Wander Luiz dan Geoffrey Castillion.

Rupanya, perubahan formasi ini sukses membuat skuat Maung Bandung tampil lebih agresif. Buktinya Persib berhasil mencetak dua gol beruntun melalui Esteban Vizcarra pada menit 65 dan 66.

"Babak kedua kami mengubah tim supaya bisa lebih banyak memainkan kombinasi dengan bola, karena sebelumnya kedua striker tidak terlalu terlibat dalam permainan, karena tidak ada aliran bola yang datang. Di babak kedua kami mengubah formasi dan di 20 menit awal kami cukup dominan dan memainkan sepak bola yang bagus dengan menciptakan banyak peluang," katanya.

Namun, Robert juga mengakui kubu lawan, Barito Putera bisa lepas dari tekanan Persib. Pasukan Djajang Nurjaman beberapa kali merepotkan lini pertahanan Maung Bandung hingga berhasil menjebloskan satu gol ke gawan Maung Bandung. Menurut Robert hal ini lantaran stamina para pemain belum sepenuhnya siap bermain 90 menit.

"Lalu setelah itu Barito bisa mengimbangi permainan dan memperkecil kedudukan. Di 15 menit terakhir stamina pemain mulai habis dan bermain pelan. Barito beberapa kali melancarkan serangan cepat yang berbahaya tapi pertahanan kami masih mampu meredamnya," katanya.

Kendari demikian, Robert menegaskan kemenangan ini bukanlah menjadi fokus utamanya. Di pertandingan uji coba ini Robert menekankan targetnya adalah melihat kondisi fisik anak asuhnya di lapangan.

"Hasil bukan menjadi perhatian utama, tapi yang penting kami punya jawaban jelas, apa yang harus diperbaiki untuk bisa lebih siap bermain selama 90 menit dalam waktu dua pekan dari sekarang," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar