Yamaha

[CEK FAKTA] Puluhan Pasien Virus Corona Kejang-kejang?

  Selasa, 11 Februari 2020
CEK FAKTA: Puluhan Pasien Virus Corona Kejang-kejang. (turnbackhoax.id)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Beredar video yang mengklaim puluhan pasien virus corona kejang-kejang yang diunggah oleh akun Facebook Aneuk Ranto pada Rabu (29/1/2020).

Rekaman itu berjudul "Kematian di cina semakin meningkat akibat virus Corona". Aneuk Ranto memberi narasi: "Mudah mudahan kita dijauhi oleh ALLAH SWT dari virus Corona yang berbahaya ini,amin".

Dalam video berdurasi 9 detik itu, terlihat sejumlah orang berkumpul di halaman gedung. Tubuh mereka tampak seolah kejang-kejang.

Saat tangkapan layar diambil, unggahan tersebut sudah dibagikan 17.612 kali. Lebih dari 1.600 komentar dan 1.700 likes diberikan warganet.

Benarkah video viral tersebut menunjukkan puluhan pasien virus corona yang kejang-kejang?

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran dan cek fakta turnbackhoax.id, seperti diberitakan Suara.com, video yang diunggah akun Facebook Aneuk Ranto tidak berhubungan dengan virus corona. Video asli telah diunggah ke aplikasi TikTok oleh akun damiangelsenhuys.

AYO BACA : Kabar Mahasiswa Telkom University Terjangkit Corona Dipastikan Hoaks

Akun damiangelsenhuys pernah mengunggah video serupa sebanyak tiga kali. Dua di antaranya diunggah pada 28 Januari 2020, sementara yang lain diunggah pada 29 Januari 2020.

Dalam unggahan pertamanya, akun damiangelsenhuys (Gaming Snek) menuliskan judul "Bomskok", istilah dalam bahasa Afrika yang berarti "kaget".

Akun ini juga menjelaskan di kolom komentar: "Guys it was anisiation (initiation) we had no bad things happening" artinya "Teman-teman ini adalah inisiasi tidak ada hal-hal buruk yang terjadi".

30072-penjelasan-video-yang-mengklaim-pasien-virus-corona-kejang-kejang

Penjelasan video yang mengklaim pasien virus corona kejang-kejang (turnbackhoax.id)

Selain itu, logo kepala ular dari kaos hitam yang dipamerkan dalam foto profil akun damiangelsenhuys, berhasil ditelusuri oleh AFP.

Logo tersebut merupakan logo Lowveld Venom Suppliers, sebuah perusahaan yang fokus dalam penanganan dan pendidikan ular di Mpumalanga, Afrika Selatan.

AFP berhasil menghubungi manajer sukarelawan Lowveld Venom Suppliers Andrew Geldenhuys.

AYO BACA : Mayat Korban Virus Corona Penuhi Jalanan Wuhan Cina?

Dihubungi oleh AFP, Andrew membenarkan bahwa dia adalah ayah Damian, pemilik akun TikTok yang mengunggah video viral tersebut.

Andrew mengatakan, rekaman itu menunjukkan kegiatan inisiasi di sebuah sekolah menengah dan tidak ada hubungannya dengan virus corona.

"Kegiatan itu disebut bomskok. Mereka diminta untuk berpura-pura sedang berada di tengah-tengah bom yang meledak atau gempa bumi. Mereka pun harus mengguncangkan tubuh mereka," kata Andrew kepada AFP.

Menurut Andrew, video itu direkam sekitar 28 Januari 2020 di sekolah putranya di Gauteng, Afrika Selatan.

Dia meminta AFP untuk tidak menyebut nama sekolah yang bersangkutan untuk melindungi privasi anaknya.

AFP telah melacak sekolah itu dan menemukan bahwa seragamnya memang sama dengan yang dikenakan oleh para siswa dalam video tersebut.

Kesimpulan

Video itu adalah video kegiatan inisiasi di sebuah sekolah menengah di Gauteng, Afrika Selatan, yang direkam sekitar 28 Januari 2020.

Konten yang disebarkan oleh akun Facebook Aneuk Ranto termasuk dalam konten yang salah atau false context.

Itulah hasil cek fakta video yang mengklaim pasien virus corona kejang-kejang yang ternyata salah atau false context.

AYO BACA : Pemerintah Cina Akan Bunuh 20.000 Pasien Corona?

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar