Yamaha

Belum Juga Mulai, Kongres PAN Sudah Memanas

  Selasa, 11 Februari 2020
Keributan terjadi di lokasi Kongres V PAN, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2). (Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kongres V PAN yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai memanas. Kondisi ini terjadi setelah sejumlah insiden terjadi menjelang pembukaan kongres yang dijadwalkan akan berlangsung hingga Rabu (12/2) tersebut.

Insiden pertama terjadi akibat adanya protes terkait proses pendaftaran calon ketua umum yang dinilai menyalahi aturan. Hal tersebut rupanya ikut memancing amarah peserta kongres lainnya, yang diketahui merupakan pendukung salah satu calon ketua umum.

AYO BACA : Usai Melahirkan, Yolla Mengaku Butuh Banyak Gerak

Keributan itu juga membuat lobi Hotel Claro sempat memanas antara pendukung calon ketua umum. Namun, panitia segera menenangkan amarah sejumlah peserta kongres. Meski hingga pukul 15.10 WITA, forum lima tahunan PAN tersebut tak kunjung dimulai.

Insiden kedua terjadi karena adanya perampasan laptop milik panitia. Ketua DPW PAN Kalimantan Timur yang mewakili panitia, Darlis Pattalongi, menyayangkan terjadinya hal tersebut. "Kami sangat menyesalkan ada lima laptop yang dirampas dan pelaku sudah diamankan oleh aparat keamanan," ujar Darlis di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2).

AYO BACA : Hadiri Munas PHRI, Wapres: Pariwisata Bisa Tingkatkan Pendapatan Rakyat

Adanya perampasan tersebut membuat panitia kesulitan dalam mendata peserta kongres yang hadir sehingga membuat jadwal pembukaan Kongres V PAN terpaksa diundur. “Sampai hari ini, pendataan peserta masih berlangsung dan terpaksa dilakukan secara manual," kata Darlis.

Ia juga menyayangkan adanya kontak fisik yang terjadi sebelum pembukaan Kongres V PAN. Sebab, sebagai kader, mereka sudah seharusnya membantu partai menjadi lebih baik. "Saya meyakini semua peserta kongres adalah kader-kader yang cinta partai. Maka dari itu, ditentukan oleh segenap kader-kader PAN," kata Darlis.

Panitia kongres juga diharapkan lebih teliti dalam mendata peserta yang datang, khususnya ketika memberikan kartu identitas akses bagi peserta. "Kongres kita untuk supaya diberikan kepada yang berhak karena bisa jadi kongres kita bisa jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Darlis.

Hilangnya laptop milik panitia ini menjadi kambing hitam terkait dugaan kecurangan menyembunyikan kartu identitas peserta kongres. Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas yang berafiliasi ke caketum Mulfachri Harahap menuding kubu pejawat menyembunyikan kartu identitas peserta kongres. “Proses penyelenggaraan kongres mencederai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai,” kata Anas.

AYO BACA : Disparbud Jabar Minta Kabupaten Kota Gelar Event Wisata Unik Skala Nasional

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar