Yamaha

PHRI: Pariwisata Indonesia Berpotensi Kehilangan Rp2,7 Triliun Akibat Corona

  Selasa, 11 Februari 2020   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Upaya pencegahan Pemeritah Indonesia terhadap masuknya virus corona ternyata berdampak terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari Cina.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyebut, Indonesia mengalami potensi kehilangan pendapatan sebesar 200 juta dolar AS atau Rp2,7 triliun akibat 3.000 warga Cina batal mengunjungi Indonesia per harinya.

"Selama Januari sampai Februari atau imlek ini, Indonesia alami potensi kehilangan Rp 2,7 triliun yang seharusnya masuk jadi pendapatan negara karena warga Tiongkok per hari biasa masuk ke Indonesia 3 ribu per harinya," ujarnya dalam Musyawarah Nasional XVII PHRI di Kabupaten Purwakarta, Senin (10/2/2020).

Ia mengatakan, diakui atau tidak kondisi ini tentu menjadi suatu kerugian cukup besar bagi negara. Meski begitu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena hal itu telah menjadi keputusan pemerintah.

"Kami akan tetap melakukan terobosan baru dalam meningkatkan jumlah angka wisatawan," kata dia.

Pemerintah diketahui telah optimalkan upaya pencegahan virus corona di Indonesia, di antaranya dengan melakukan penggunaan termal scanner di pintu masuk wisatawan mancanegara di bandara, rumah sakit, dan pelayanan kesehatan lainnya. Indonesia juga menghentikan sementara penerbangan ke Cina per 5 Februari 2020.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE