Yamaha

Dinkes Cimahi Paparkan Bahaya Pernikahan Dini

  Senin, 10 Februari 2020   Tri Junari
Ilustrasi pernikahan dini. (Pixabay)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengungkapkan bahaya menikah usia dini atau dibawah 20 tahun, pernikahan dini bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Indah Gilang Indira menjelaskan, bagi perempuan dampak menikah usia dini akan dirasakan saat hamil, sementara laki-laki dampaknya pada mental.

"Akan timbul beberapa masalah, di antaranya organ reproduksi masih belum terbentuk sempurna, jadi belum siap hamil," katanya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (10/2/2020).

Kemudian, terang Indah, menikah saat usia belum siap juga berisiko pada keguguran yang lebih besar, risiko ibu mengalami anemia tinggi, darah tinggi, anak lahir prematur, masalah psikologis.

AYO BACA : Rata-rata Usia Nikah di Jabar Masih Tergolong Muda

"Karena belum dewasa dan akan timbul konflik, depresi dan cemas. Resiko timbul kekerasan dalam rumah tangga juga lebih besar," jelas Indah.

Kemudian, hamil saat usia dini juga berisiko pada kematian ibu. Sebab, pendarahan pada saat melahirkan lebih tinggi. 

Tahun lalu, tercatat ada 13 kasus kematian ibu saat melahirkan. Penyebabnya karena pre eklamasi berat (hipertensi dalam kehamilan), infeksi, pendarahan dan sebagainya.

Dengan berbagai risiko itu, lanjut Indah, pihaknya menyarankan khususnya perempuan agar tidak melangsungkan pernikahan dini atau dibawah 20 tahun. 

AYO BACA : KPI Minta Usia Minimal Nikah Ditetapkan Jadi 19 Tahun

"Tapi kalaupun ada pernikahan sebelum usia 20 tahun, disarankan untuk menunda kehamilan sampai usia ibu 20 tahun," imbuhnya.

Sebelumnya, angka pernikahan di Kota Cimahi sepanjang tahun 2019 mencapai 3.747 kasus. Rinciannya, dari Kecamatan Cimahi Utara sebanyak 1.054 pasangan, Kecamatan Cimahi Tengah sebanyak 1.064 pasangan dan Kecamatan Cimahi Selatan sebanyak 1.630 pasangan. 27 di antaranya memilih menikah saat usia dini. 

"Yang 17 tahun ada 27 kasus (pernikahan) yang melaporkan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Rosi Desrita.

Dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, disebutkan bahwa perkawinan diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai 19 tahun. 

Namun, pihaknya mengimbau kepada semua pasangan agar melangsungkan pernikahan di atas 20 tahun. Khususnya untuk perempuan.

"Kalau bisa di usia 20 tahun karena secara usia sudah matang. Memang masih ada yang di bawah 20 tahun, tapi kan kita tidak bisa apa-apa, itu bukan kendali kita. Kita menerima laporan dari KUA ketika status sudah menikah," kata Rosi.

AYO BACA : Ini Kata Pengamat Penyebab Tingginya Angka Pernikahan Dini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar