Yamaha

[Cek Fakta] Pemerintah Cina Akan Bunuh 20.000 Pasien Corona?

  Senin, 10 Februari 2020   Fira Nursyabani
Hoaks Pemerintah Cina akan bunuh 20.000 pasien corona, yang menyebar di media sosial.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jejaring perpesanan Whatsapp dan media sosial Twitter di Indonesia diramaikan dengan pesan berantai yang menyebutkan Cina akan membunuh lebih dari 20.000 pasien yang terjangkit virus corona. Pesan tersebut didapat dari situs ab-tc.com atau City News yang dipublikasikan pada 5 Februari lalu. 

"Tiongkok meminta persetujuan pengadilan untuk membunuh lebih dari 20.000 pasien coronavirus untuk menghindari penyebaran virus lebih lanjut," tulis pesan itu.

Situs tersebut mengatakan, Cina tengah meminta persetujuan pengadilan untuk membunuh lebih dari 20.000 pasien corona. Hal ini dilakukan agar virus corona bisa ditahan penyebarannya.

Mahkamah Agung Cina dilaporkan akan memberikan persetujuannya pada Jumat mendatang. Ab-tc.com juga mengatakan, Cina hampir kehilangan 20 petugas medis setiap harinya karena tertular virus corona.

Sontak informasi ini membuat heboh masyarakat. Sebagian besar bahkan mempercayainya.

Berdasarkan penelusuran Ayobandung.com, tidak ada satu pun media terverifikasi yang melaporkan berita serupa. Informasi yang diulas dalam artikel berjudul "China seek for court’s approval to kill the over 20,000 coronavirus patients to avoid further spread of the virus" ini juga tidak mengutip narasumber dari manapun.

Dari sisi redaksional, artikel tersebut tidak mencantumkan dengan jelas nama penulisnya. Selain itu, ab-tc.com juga tidak memiliki struktur perusahaan yang jelas.

Jika dilihat dari seluruh isinya, tidak ada berita yang benar-benar asli dan dapat dipercaya dalam ab-tc.com. Salah satu artikel bahkan menyebutkan, dokter Li Wenliang bukan meninggal dunia karena corona.

Whats-App-Image-2020-02-10-at-7-47-13-PM-1

Hoaks berita tentang dokter Li Wenliang. (ab-tc.com)

Padahal sejumlah media Cina telah menyebutkan bahwa Li Wenliang terinfeksi virus tersebut. Li Wenliang merupakan salah satu dokter yang pertama kali memperingatkan Pemerintah Cina terkait virus corona.

Kami menyimpulkan, informasi mengenai Pemerintah Cina akan melakukan pembunuhan massal lebih dari 20.000 pasien terinfeksi corona, dipastikan hoaks atau tidak benar.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar