Yamaha

Ridwan Kamil Ungkap Kualitas Air Citarum Naik 1 Tingkat

  Senin, 10 Februari 2020   Fira Nursyabani
Unggahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam akun instagram pribadinya. (Instagram/@ridwankamil)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, kualitas air Sungai Citarum pada 2020 ini naik 1 tingkat. Jika pada 2018 Citarum berstatus tercemar berat, maka tahun ini Citarum berstatus tercemar sedang.

"Tahun depan harus bisa cemar ringan, dan akhirnya menjernih di tahun 2023," ujar pria yang akrab disapa Emil itu dalam unggahan di Instagram pribadinya.

Whats-App-Image-2020-02-10-at-9-26-58-AM-1

Unggahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam akun instagram pribadinya. (Instagram/@ridwankamil)

Di unggahan itu, Emil membandingkan foto Citarum pada 2018 yang sangat kotor dengan foto Citarum pada 2020 yang sudah mulai bersih. Menurutnya, masyarakat harus bisa membuktikan kemampuan untuk menjaga lingkungan Citarum yang pernah dijuluki sebagai sungai terkotor di dunia.

"Mari semua jangan ada lagi buang sampah dan limbah ke sungai, selain mencemari air juga menyebabkan banjir. Jika kita bersungguh-sungguh maka selalu ada jalan," ujar dia.

AYO BACA : Sejumlah Sektor Sungai Citarum Bakal Jadi Tempat Wisata

Whats-App-Image-2020-02-10-at-9-26-58-AM-2

Unggahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam akun instagram pribadinya. (Instagram/@ridwankamil)

Kondisi ini disampaikannya langsung kepada Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum tahun 2020 di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Saya melaporkan dua tahun progres rehabilitasi Citarum sesuai Perpres 15/2018. Banyak progres kalau di lapangan, kita sudah naik dari cemar berat menjadi cemar sedang. Kemudian tahun depan cemar ringan targetnya, akhirnya menjadi kualitas air yang bisa berkehidupan yang baik," kata Emil, dalam keterangan resminya.

Program percepatan yang diupayakan Satgas Citarum Harum yakni di antaranya penanganan lahan kritis, penertiban keramba jaring apung (KJA), penanganan limbah industri, sampah domestik, penegakan hukum lingkungan, perubahan perilaku dan edukasi masyarakat tentang lingkungan.

Emil mencontohkan, dalam penegakan aturan Satgas bersinergi dengan TNI/ Polri. "Sudah ada 51 kasus yang diajukan ke pengadilan terkait kasus pencemaran lingkungan," katanya.

AYO BACA : 2 Tahun Citarum Harum, Kualitas Air DAS Membaik

Dari 51 kasus tersebut, 23 kasus di antaranya sudah berstatus P21, satu kasus penghentian penyelidikan, delapan kasus dilimpahkan ke DLH, sembilan kasus proses penyidikan, dan 10 kasus dalam proses penyelidikan.

Untuk lahan kritis, progres penanganan di kawasan hutan cukup baik yakni mencapai 83% dari target yang ditentukan. Namun untuk kawasan luar hutan memang belum maksimal karena berhubungan dengan lahan milik warga.

Terkait penertiban KJA, Gubernur telah mengeluarkan keputusan bernomor 660.31/Kep.923.DKP/2019 tertanggal 1 November 2019 tentang Jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata, Waduk Saguling dan Waduk Jatiluhur yang memenuhi daya dukung lingkungan.

Maka kuota maksimal KJA yang diizinkan di tiga waduk tersebut masing-masing Waduk Cirata 7.204, Waduk Saguling 3.282, sedangkan di Waduk Jatiluhur paling banyak 11.306 KJA.

Soal penanganan limbah industri dari sebanyak 1.242 pabrik di sekitar DAS Citarum, Satgas berhasil menertibkan IPAL 462 perusahaan atau memenuhi target sebanyak 37%. Untuk limbah domestik, pada DAS telah diangkut sampah sebanyak 112.933,92 ton dan 'waste management' adalah solusi yang tengah dirancang saat ini.

Sementara edukasi terhadap masyarakat terus gencar dilakukan lewat eco-village (masyarakat berwawasan lingkungan). Juga dengan menitipkan upaya sosialisasi lewat program kuliah kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

"Intinya beritanya positif, per dua tahun dari yang sangat tercemar bahkan banjir berat kan. Kemarin sudah terbukti masih ada banjir tapi sudah berkurang dari 480 hektare genangan menjadi hanya 80 hektare," ungkap Emil.

AYO BACA : Tahun Ini Jabar Fokus Pulihkan Lahan Kritis di DAS Citarum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar