Yamaha

100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf Amin Dianggap Miskin Koordinasi

  Sabtu, 08 Februari 2020
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Luluk Nur Hamidah, menyebut 100 hari Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin masih terdapat permasalahan, yakni miskomunikasi.

Padahal, menurutnya, permasalahan tersebut sudah pernah terjadi di pemerintahan Jokowi periode pertama.

"Yang dimaksud dengan miskomunikasi koordinasi yang tidak baik itu sudah terjadi pada periode yang lalu. Tapi faktanya ketika periode kedua ini tidak ada pembelajaran," ujar Luluk dalam diskusi Polemik dengan tajuk '100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf', di Hotel Ibis Thamrin, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Luluk, masih ada miskomunikasi yang terjadi antar-kementerian. Hal tersebut karena kurang koordinasi yang baik.

"Tak ada koordinasi yang baik antara kementerian dan dari sistem pelaporannya itu jelas kepada satu pintu," ucap dia.

Di kesempatan yang sama, Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon meminta publik tak langsung menyimpulkan 100 hari kabinet Jokowi-Maruf.

Pasalnya, kata dia, hampir semua kementerian teknis melakukan perubahan revolusioner dalam hal membuat kebijakan.

Dia mencontohkan kebijakan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang berbanding terbalik dengan Menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti.

"Di semua kementerian teknis khususnya itu terjadi perubahan yang revolusioner dalam kebijakan, ini satu contoh di sektor kelautan antara kebijakan Susi dengan kebijakan Pak Edhy sekarang itu kan berbanding terbalik," ucap Effendi.

Effendi pun menilai semua menteri-menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf selalu melakukan evaluasi dan perubahan.

"Semua kementerian selalu melakukan evaluasi dan perubahannya itu langsung timur barat begitu. Sepertinya ini pemerintahan baru pemerintahan yang baru yang betul-betul adalah dari nol lagi," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE