Yamaha

Langgar 3 Aturan, The Great Asia Afrika Bandung Terancam Ditutup

  Sabtu, 08 Februari 2020
Obyek wisata The Great Asia Afrika di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Tri Junari)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Objek wisata terbaru di kawasan Lembang, The Great Asia Afrika, direkomedasikan ditutup sementara karena melanggar aturan tata ruang yang ditetapkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Rekomendasi penutupan sementara objek wisata tersebut diputuskan berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya ke lokasi objek wisata ini. Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Bobby Subroto.

AYO BACA : Potensi Gempa dari 'Ular Panjang' Bernama Sesar Lembang

Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui bahwa The Great Asia Afrika Lembang melanggar tiga aturan yang ditetapkan. Aturan yang dilanggar berkaitan dengan tata letak bangunan karena bangunan objek wisata tersebut berada di kawasan sempadan sungai.

"Dia itu ada di dalamnya, harusnya tidak boleh. Dalam rekomendasi itu dilarang dan itu ada di L1 (Kawasan Bandung Utara Zona L1 yakni kawasan lindung, sempadan sungai). Kami sudah sampaikan ke teman-teman di Pemkab Bandung Barat tolong itu diperhatikan," kata dia, seperti diberitakan Republika.co.id, Sabtu (8/2/2020).

AYO BACA : Ini Penjelasan Ahli soal Potensi Gempa Sesar Lembang

Hal lain yang dilanggar ialah terkait tidak adanya bangunan untuk parkir kendaraan. Akibatnya keberadaan kawasan objek wisata tersebut sering membuat kemacetan, khususnya saat akhir pekan atau libur panjang. "Kami merekomendasikan lahan parkir dan itu tidak tersedia," tutur Bobby.

Hal ketiga yang dilanggar oleh The Great Asia Afrika Lembang adalah peletakan bangunan di kemiringan elevasi di atas 30 persen.

"Seharusnya pembangunan atau bangunan tidak semasif itu kalau menurut hemat kami. Harus disesuaikan lagi. Kemudian juga ketinggian bangunan, karena kalau kita identifikasi ada di ketinggian 1.000 mdpl harusnya bangunan tidak boleh lebih dari tiga lantai," kata dia.

Oleh karena itu, solusi jangka pendek terkait pelanggaran tersebut ialah harus dilakukan semacam kegiatan penutupan sementara.

"Ya harus. Karena kalau tidak dilakukan dengan cuaca seperti sekarang dan dengan bangunan-bangunan yang ada, di bawahnya bisa tergelincir, air bah. Kita enggak tahu soal fenomena alam makanya kami sudah minta untuk segera dilakukan penutupan operasional dalam diskusi dengan Pemkab Bandung Barat," katanya.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Warga Bandung Desak Sosialisasi Potensi Gempa Sesar Lembang

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar