Yamaha

Sawah Gagal Panen Akibat Longsor Ngamprah

  Jumat, 07 Februari 2020   Tri Junari
Longsor di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Dipicu hujan dengan intensitas tinggi, bencana longsor menutup lahan persawahan di Kampung Ngamprah Landeuh, RT 01 RW 17, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat KBB, Kamis (6/2/2020) malam.

Ada dua titik longsoran yang terjadi di lokasi yang berdekatan. Pada lokasi pertama material longsor menutup hamparam tanaman padi. Sementara di lokasi kedua akibat longsor itu, sawah terendam air dan dipastikan gagal panen.

Salah seorang petani, Ra'uf (44) mengatakan, kejadian longsor di area persawahan itu sudah terjadi dua kali. Kejadian pertama terjadi pada tahun 2017 lalu, namun tidak sampai menerjang hamparan tanaman padi.

AYO BACA : Hujan Deras, Sejumlah Wilayah KBB Longsor

"Kalau longsor yang sekarang yang paling parah karena menimbun dan merendam beberapa petak sawah," kata Ra'uf saat ditemui, Jumat (7/2/2020).

Semua area persawahan yang tertimbun longsor dan terendam air dipastikan mengalami gagal panen karena tanaman padinya rusak dan tanahnya dipastikan tidak bisa disingkirkan.

"Tanah longsor ini pasti dibiarkan, paling nanti langsung ditanam padi lagi, tapi harus ada musyawarah untuk menentukan batas-batasnya karena itu sawahnya bukan milik satu orang saja," tuturnya.

AYO BACA : Bandung Barat Dikepung Bencana Longsor

Warga lainnya Dadang Hermawan (45) mengatakan, longsor di lokasi pertama kejadiannya tidak ada yang mengetahui karena diperkirakan terjadi saat dini hari dan diketahui petani pada pagi hari.

"Tiba-tiba diketahui longsor itu sudah menutupi area persawahan beserta padinya. Jadi, akibat longsor ini pasti gagal panen baik yang disini maupun yang terendam air," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, lahan sawah dalam kondisi kering itu memiliki kontur yang labil. Ditambah adanya retakan sehingga semakin rentan mengalami pergeseran saat diguyur hujan.

"Longsornya itu dari ketinggian 20 meter dengan panjang 100 meter. Jadi air itu masuk ke celah retakan sawah, setelah itu tanahnya tak mampu menahan air hingga akhirnya terjadi longsor dan menimbun sawah yang berada di bawahnya," kata Dadang.

Ia mengatakan, sawah yang diterjang longsor pada titik pertama itu mencapai 10 petak milik 4 orang petani dengan luas total mencapai 1 hektare lebih.

"Kalau yang terendam air, saya kurang tahu berapa hektare yang terendam, kalau yang disini ada 10 petak, luasnya 1 hektare lebih," katanya.

AYO BACA : Hujan Sepekan Picu Longsor di Bandung Barat

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar