Yamaha

Dicekok Miras, Gadis di Cimahi Jadi Korban Rudapaksa

  Jumat, 07 Februari 2020   Tri Junari
Nanang (27), tersangka rudakpaksa terhadap ZNS (15), di Mapolres Cimahi. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Teka teki penemuan seorang gadis bersimbah darah ZNS (15) di sebuah kebun Kampung Warung Muncang, RT 01 RW 13, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi 29 Januari 2020 akhirnya terungkap.

Korban merupakan korban rudapaksa dari pria yang baru ditemuinya Nanang (27) dan NN (17). Keduanya terbukti melakukan penganiayaan dan pencabulan kemudian meninggalkan gadis dalam keadaan sekarat di kebun warga.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi berhasil menangkap keduanya.

"Kita lakukan penyelidikan dan sudah ditangkap tersangka Nanang (27) dan NN 17)," kata Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Jumat (7/2/2020).

Yoris mengungkapkan, peristiwa itu diawali ketika tersangka NN dengan korban saling berkirim pesan singkat sampai akhirnya sepakat bertemu.

"Korban dibawa NN dan temannya (saksi) ke wilayah Cipageran di sebuah saung dan bertemu dengan tersangka Nanang," ungkapnya.

Sesampainya di sana, para tersangka melakukan pesta miras dan mencekok korban. Di lokasi pertama, tersangka NN sempat melakukan pencabulan terhadap korban namun tak sampai rudapaksa.

AYO BACA : Gadis Cimahi Berlumuran Darah di Kebun Warga

Kemudian, tersangka NN dan temannya (saksi) disuruh pergi membeli rokok dan makanan. Kesempatan berdua dengan korban dimanfaatkan Nanang melampiaskan nafsu bejat.

"Korban dibawa pakai motor ke pinggir kebun dan dilakukan penganiayaan dengan cara dipukul dan ditusuk pakai batang bambu kering. Luka parah pada bagian wajah," beber Yoris.

Setelah korban tidak berdaya, Nanang malah menyetubuhi korban sebanyak tiga kali dan menutupinya dengan batang-batang mambu kering. Korban baru ditemukan sekitar tanggal 29 Januari sekitar pukul 21.30 WIB oleh seorang petani sayur.

"Dalam keadaan terluka, korban disetubuhi, kemudian ditutup dengan bambu," ucap Yoris.

Nanang, tersangka utama mengaku saat itu tengah dalam keadaan mabuk berat, kemudian melakukan penganiyaaan dan pemerkosaan terhadap korban.

"Saya baru kenal saat kejadian dengan korban. Saat itu sedang mabuk. Kerjaan saya serabutan, macul," ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 81 atau 82 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar