Yamaha

Persib Bisa Main di GBLA asal 10.000 Penonton, Robert Alberts: Itu Tidak Logis

  Jumat, 07 Februari 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Latihan skuat Persib Bandung di GBLA. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberi izin Persib Bandung untuk menggelar pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun Pemkot Bandung menyarankan Persib hanya bisa menyediakan tiket untuk 10.000 kursi.

Sebelumnya, Pemkot Bandung mengupayakan agar Stadion GBLA bisa secepatnya dimanfaatkan. Sambil menunggu proses serah terima, Pemkot Bandung ingin mengujicobakan Stadion yang terletak di kawasan Gedebage, Kota Bandung itu dengan jumlah penonton terbatas.

"Saya sudah sampaikan kapasitas GBLA itu 38.000 orang. Coba dulu dengan 5.000 penonton. Selanjutnya 10.000 penonton. Kursinya juga ada nomornya, kita bisa lihat area yang dianggap aman," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Muyana.

AYO BACA : Robert Alberts: Persib Ingin Main di GBLA, tapi Tahu Kesulitannya

Menurut Yana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyetujui penggunaan Stadion GBLA. Sehingga sebelum digunakan untuk pertandingan resmi, ada baiknya diujicobakan terlebih dahulu.

"Sebelumnya pak menteri sudah sampaikan bahwa tahun 2015 itu sudah ada SLF (Sertifikat Layak Fungsi) untuk GBLA pada konstruksinya aman. Namun memang ada beberapa kerusakan. Pemanfaatan aset jangan sampai terganggu. Kalau terlalu lama tidak digunakan pasti rusak,” kata Yana.

Di lain pihak, Pelatih Persib Bandung Robert Alberts, angkat bicara terkait saran Pemkot Bandung untuk memainkan laga dengan 10.000 penonton. Menurut pelatih asal Belanda itu, hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Apalagi Robert menyadari animo bobotoh selalu tinggi setiap Maung Bandung menggelar laga.

AYO BACA : Pemkot Bandung: Latihan Perdana Persib di GBLA Berikan Semangat Baru

"Tentu tidak mungkin. Tentu saya ingin stadion yang penuh. Bagaimana membatasi 10.000 penonton dari kemungkinan stadion ini dihuni 40.000 orang? Itu tidak mungkin. Maksud saya ide itu tidak logis," kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi, Jumat (7/2/2020).

Di sisi lain, eks pelatih PSM Makassar dan Arema FC itu tidak mengetahui secara detail masalah yang membuat Stadion GBLA tidak bisa digunakan. Pelatih berusia 64 tahun itu pun sedianya enggan terlibat dengan masalah tersebut. Pasalnya Robert mengaku, tugasnya sebagai pelatih hanya membuat skuat Maung Bandung menjadi tim tangguh dan meraih gelar kampiun.

"Saya tidak tahu, saya tidak terlibat apapun soal masalah politik dan saya juga tidak ingin terlibat. Tapi apa yang diajukan itu harus realistis," kata Robert menjelaskan.

Di sisi lain Robert mengakui, tak bisa digunakannya Stadion GBLA secara penuh  memberikan pengaruh bagi bobotoh maupun Persib. Khusus untuk bobotoh, Robert bahakn enggan melihat mereka berebut tiket dengan adanya saran pembatasan penonton.

"Tentu berdampak pada tim dan juga bobotoh. Karena orang-orang ingin datang menyaksikan pertandingan. Saya tidak mau mereka berebut untuk mendapatkan tiket," ujarnya.

AYO BACA : Pemkot Bandung Sewakan GBLA untuk Latihan Persib

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar