Yamaha

Produksi Beras Nasional Turun pada 2019

  Jumat, 07 Februari 2020   Netizen Julita Lovitawati, S.S.T.
[Ilustrasi] Produksi beras nasional. (Pixabay)

AYOBANDUNG.COM -- Hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dimuat dalam Berita Resmi Statistik, pola luas panen padi di Indonesia tahun 2019 pada setiap bulan relatif sama dengan pola luas panen tahun 2018.

Puncak luas panen padi tertinggi terjadi pada bulan Maret, sedangkan terendah terjadi pada bulan Desember, baik tahun 2018 maupun 2019. Total luas panen padi pada tahun 2019 (10,68 juta hektare) mengalami penurunan sebesar 6,15 persen (700,05 ribu hektare) dibandingkan dengan tahun 2018.

Berdasarkan perkembangan luas panen padi antarbulan, penurunan tertinggi luas panen padi pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 0,34 juta hektare. Pada tahun 2019, luas panen padi tertinggi terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 1,72 juta hektare, dan terendah pada bulan Desember yaitu sebesar 0,32 juta hektare.

Pola serupa juga terjadi pada tahun 2018, yaitu luas panen padi tertinggi terjadi pada bulan Maret (1,77 juta hektare) dan luas panen terendah pada bulan Desember (0,37 juta hektare).

Selain luas panen padi, indikator yang menarik untuk dicermati adalah produksi padi. Nilai produksi padi merupakan hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas.

Total produksi padi di Indonesia pada tahun 2019 (54,60 juta ton GKG (Gabah Kering Giling)) mengalami penurunan sebesar 7,76 persen (4,60 juta ton) dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan antarbulan, penurunan produksi padi terbesar tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 terjadi pada bulan Februari, yaitu 2,11 juta ton.  Sementara itu, produksi padi tertinggi tahun 2019 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 9,17 juta ton dan produksi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 1,70 juta ton.

Sama halnya dengan produksi pada 2019, produksi padi tertinggi pada 2018 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 9,68 juta ton, sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 1,89 juta ton. Penurunan produksi padi terjadi hampir di semua provinsi di Indonesia, kecuali Provinsi Kalimantan Barat, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan.

Jika produksi padi dikonversi menjadi beras, produksi padi pada 2018 setara dengan 33,94 juta ton beras. Sementara itu, produksi pada 2019 sebesar 31,31 juta ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 2,63 juta ton (7,75 persen) dibandingkan dengan produksi tahun 2018.

Penurunan produksi beras tersebut terjadi akibat adanya penurunan luas panen padi dan penurunan produksi padi. Seperti data yang telah disebutkan di atas, luas panen padi pada 2019 (10,68 juta hektare) turun 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan luas panen padi tersebut mengakibatkan adanya penurunan produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2019, yaitu sebesar 7,76 persen dibandingkan dengan tahun 2018.

Kebijakan

Menurut guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas, penyebab turunnya produksi beras nasional pada tahun 2019 adalah faktor cuaca  (musim kemarau) yang menyebabkan lahan mengalami kekeringan dan gagal panen (puso). Faktor lainnya adalah masa tanam yang terlambat.

Kondisi tersebut membuat pemerintah ̶dalam hal ini Kementerian Pertanian ̶ mengambil langkah dengan membuat beberapa kebijakan, antara lain (1) mengalokasikan sejumlah pompa yang ditempatkan di dinas pertanian tingkat provinsi dan kabupaten/kota; (2) pembenahan tata kelola air dengan memfasilitasi pembangunan infrastruktur air untuk lahan pertanian; (3) menurunkan Tim Penanganan Kekeringan yang ditempatkan di wilayah sentra produksi padi; dan (4) melakukan sosialisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai upaya agar petani mendapatkan ganti rugi jika terjadi gagal panen.

Netizen : Julita Lovitawati, S.S.T.
Julita Lovitawati, S.S.T.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar