Yamaha

417 Tambang di Jabar Dinyatakan Ilegal

  Kamis, 06 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Kepala Bidang Pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Tubagus Nugaraha (kedua dari kiri). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sepanjang 2019, sebanyak 417 kegiatan pertambangan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat dinyatakan ilegal. Tambang tersebut meliputi tambang pasir hingga emas.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Tubagus Nugaraha mengatakan, pelanggaran-pelanggaran tersebut terjadi karena beberapa faktor. Pertama, pengetahuan pelaku tambang tentang pengurusan izin tidak dipahami dengan baik.

AYO BACA : Wagub Jabar Sidak Tambang Pasir di Tampomas Sumedang

"Kedua bahwa secara luasan (daerah tambang) atau aktivitas tidak memenuhi skema peraturan yang ada dengan luasan di bawah 6 hektare," ungkapnya ketika ditemui di acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate Bandung, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, terdapat penambang yang melakukan penambangan di badan sungai atau penambangan rakyat yang berada di wilayah-wilayah terlarang. Dua aktivitas ini, Tubagus mengatakan, adalah penambangan yang harus ditindak.

AYO BACA : Tambang Ilegal di Kabupaten Bogor Longsor, Satu Orang Tewas Tertimbun

"Tapi kegiatan-kegiatan penambangan yang ada di daerah non-terlarang dan dilakukan oleh rakyat bisa digunakan skema wulayah pertambangan rakyat dan diberikan izin pertambangan rakyat ke depannya," ungkapnya.

Skema ini, kata dia, akan segera diadvokasi ke pemerintah pusat. Salah satu jalannya adalah dengan menggabungkan pertambangan rakyat di bawah 5 hektare menjadi satu untuk kemudian diajukan izinnya.

"Ini pertimbangan yang paling rasional," ungkapnya.

Tubagus menyebutkan, dampak buruk yang dapat terjadi dari pertambangan ilegal di antaranya menyulitkan pemerintah memitigasi risiko kecelakaan tambang maupun kerusakan lingkungan. Negara pun akan dirugikan karena penambang tidak membayar pajak.

"Pada akhirnya juga akan terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap masyarakat lokal ataupun potensi penyerobotan lahan," katanya.

AYO BACA : Tim Gabungan Cari Operator Alat Tambang yang Tertimbun Longsor di Cianjur

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar