Yamaha

3 Fakta Baru Pembunuhan Berencana di Kedai Ramen

  Kamis, 06 Februari 2020   Mildan Abdalloh
[Ilustrasi] Pembunuhan di kedai ramen. (Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Polresta Bandung mengungkap fakta-fakta terbaru dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan karyawan sebuah kedai ramen di Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Wakapolresta Bandung AKBP A Agus R mengatakan, setelah ditangkapnya 2 tersangka utama pembunuhan tersebut, pihaknya mendapat fakta-fakta baru. Setidaknya ada 3 fakta baru yang berhasil terungkap berdasarkan keterangan tersangka.

1. Lokasi Pembuangan Jasad Korban Ada 3 Tempat

Lokasi evakuasi jasad korban di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, bukan tempat pembuangan pertama. Agus mengatakan, setelah mengeksekusi, para pelaku membawa jasad korban menggunakan mobil sewaan ke Kertasari dan membuangnya ke kawasan tersebut.

"Tapi kemudian diambil lagi," ujar Agus, Kamis (6/2/2020).

AYO BACA : Pramugari Curhat Dihamili dan Dianiaya Pilot, Bahkan Disuruh Aborsi

Setelah itu, tersangka membawa jasad korban untuk dibuang ke Waduk Saguling. Namun, hal itu urung dilakukan. Akhirnya, para tersangka membuang jasad korban ke Curug Cisaronde, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

"Kami masih mendalami kenapa tersangka batal membuang jasad korban di dua tempat sebelumnya," ujarnya.

Sebelum dibuang di Cisaronde, para tersangka sempat melucuti pakaian korban. Polisi masih mencari tempat pembuangan baju korban.

2. Pelaku Gasak Uang Korban

Selain menggabisi nyawa, pelaku menggasak uang milik korban. Uang tersebut diambil dari dompet korban yang telah meregang nyawa.

AYO BACA : Pembunuhan di Kedai Ramen, Tersangka Terbebani Pembayaran Utang ke Korban

"Total uang yang diambil lebih dari Rp2 juta," ujarnya, seraya menambahkan, "Selain pasal 338 dan 340 KUHPidana, kedua pelaku juga melanggar Pasal 365 KUHPidana karena setelah mengeksekusi korban, pelaku mengambil uang milik korban."

3. Janji Pelaku kepada Korban

Guna memuluskan rencana pembunuhan, pelaku utama menghubungi korban untuk datang ke kedai ramen.

Supaya korban bisa datang malam-malam, pelaku utama memberikan sebuah janji manis.

"Pelaku menjanjikan korban untuk melunasi hutang. Saat korban datang ke kedai, pelaku membawa korban ke belakang kedai untuk diajak ngobrol dan minum kopi. Tapi faktanya korban justru dihabisi di sana," ujarnya.

Pelaku utama LT dibantu oleh temannya yang bernama R dalam mengeksekusi korban.

R dijanjikan akan diberi imbalan berupa sebuah sepeda motor jika membantu melakukan eksekusi.

Saat ini polisi telah menangkap 7 orang tersangka. Selain itu, 4 orang lain sedang dalam pengejaran.

AYO BACA : Polisi Tangkap 2 Terduga Otak Pembunuhan Berencana di Kedai Ramen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar