Yamaha

Antisipasi Corona, 15 Turis Ditolak Masuk Bali karena Pernah ke Cina

  Kamis, 06 Februari 2020
Ilustrasi turis. (Suara.com/Antara)

DENPASAR, AYOBANDUNG.COM -- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali menolak 15 turis yang masuk ke Kota Denpasar. Mereka masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Penolakan itu dilakukan karena mereka tercatat memiliki riwayat perjalanan ke Cina selama 14 hari terakhir.

"Kemarin sampai pukul 19.38 WITA, kami telah melakukan penolakan terhadap 15 penumpang warga negara asing yang melakukan perjalanan ke Cina dalam kurun waktu 14 hari terakhir," kata Kepala Seksi Pemeriksaan II TPI Ngurah Rai, Alberto Vincensio Gianny Lake, di Mangupura, Ibu Kota Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Kamis (6/2/2020).

Sebanyak 15 WNA yang ditolak masuk tersebut adalah dua orang WNA asal Rusia, satu orang asal Rumania, empat WNA asal Brasil, tiga orang WNA asal Armenia, satu WNA asal Selandia Baru, satu orang dari Ukraina, satu WNA asal Inggris dan dua orang WNA asal negara Moroko.

AYO BACA : 565 Orang Meninggal Akibat Corona, 28.209 Lainnya Terinfeksi

Selain 15 WNA tersebut, Alberto mengatakan, pihaknya juga telah melakukan penolakan terhadap dua orang warga negara Cina yang akan memasuki wilayah Bali.

"Untuk warga negara Cina sudah ada dua orang dan berdasarkan di sistem mereka berasal dari Cina dalam kurun waktu kurang dari 14 hari terakhir. Mereka langsung dipulangkan pada hari yang sama," katanya.

Ia menjelaskan, para warga negara asing tersebut ditolak masuk wilayah Indonesia berdasarkan aturan yang menyatakan bahwa WNA yang mengunjungi Cina dalam kurun waktu 14 hari terakhir tidak diperkenankan masuk atau transit di wilayah Indonesia.

AYO BACA : Volkswagen Group Jadi Perusahaan Otomotif yang Paling Terdampak Virus Corona

"WNA yang kami tolak ini akan melakukan kunjungan wisata ke Bali, namun berdasarkan aturan mereka tidak diperkenankan masuk karena tercatat telah melakukan kunjungan ke Cina dalam waktu 14 hari terakhir," katanya.

Ia menambahkan, terkait penolakan penumpang tersebut, maskapai penerbangan memiliki tanggung jawab segala biaya yang timbul termasuk untuk mengangkut mereka kembali ke wilayah keberangkatan sebelum tiba di wilayah Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Sutrisno, mengatakan, terkait penolakan warga negara asing yang dilakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Pertama adalah apabila Warga Negara (WN) Cina yang langsung datang dari Cina maka itu ditolak. Tidak diperkenankan datang baik kru pesawat maupun penumpangnya," katanya.

Selain itu, apabila ada WNA yang berasal dari seluruh negara, baik itu warga negara Cina maupun WN asing lain, yang dalam kurun waktu 14 hari pernah tinggal di Cina, maka mereka juga tidak diperkenankan masuk wilayah Indonesia.

"Namun, kalau ada warga negara Cina tapi dia tinggal di luar Cina dan tidak pernah tinggal di Cina dalam kurun waktu 14 hari, maka dia boleh masuk Indonesia. Itu intinya," demikian Sutrisno.

AYO BACA : Ilmuwan Rumuskan Nama yang Tepat untuk Virus Corona Wuhan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar