Yamaha

[Lipkhas] Ahli: Perlu Penelitian Kebenaran Kesultanan Selaco

  Selasa, 04 Februari 2020   Faqih Rohman Syafei
Istana Selaco, Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Munculnya Kesultanan Selaco di Tasikmalaya, Jawa Barat menghebohkan masyakarat luas. Pasalnya, kesultanan yang mengaku sudah eksis sejak tahun 2004 baru terekspos pasca munculnya Sunda Empire.

Kesultanan yang berada di Kampung Nagara Tengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parung Ponteng, Tasikmalaya ini mengklaim sebagai keturunan kesembilan dari Kerajaan Padjadjaran. Hal ini dilontarkan pendirinya yang bernama Rohidin berdasarkan pada bukti makam leluhur di area kompleks istana.

Menanggapi hal tersebut, Sejarawan Unpad, Prof. Reiza D. Dienaputra mengatakan perlu dilakukannya identifkasi mendalam terkait sejumlah klaim Kesultanan Selaco. Hal ini untuk membuktikan terkait kebenaran kesultanan ini yang mengaku keturunan Kerajaan Padjadjaran.

Masih perlu diidentifikasi yang jelas, ujarnya saat dihubungi ayobandung.com belum lama ini.

AYO BACA : Pemimpin Kesultanan Selaco di Tasik Klaim Keturunan Raja Padjadjaran

Dia mengaku heran dengan bukti nisan kubur leluhur Selaco berangka abad ke-15 yang diklaim kesultanan ini. Pasalnya, bila dibandingkan dengan nisan kubur yang sezaman pada abad itu tidaklah sama, dan cenderung berbeda.

Masih ada pertanyaan besar, adanya nisan kubur berangka tahun abad 15, itu pasti keliru karena nisan kubur abad segitu tidak seperti itu. Itu terkesan nisan kubur yang baru, katanya.

Reiza pun mendorong Kesultanan Selaco untuk jujur dengan sejarah mereka, jangan sampai dikemudian hari menjadi boomerang. Menurutnya, harus dilakukan penelusuran dengan membandingkan sumber-sumber sejarah terkait fenomena ini.

Kalau mereka bisa buktikan keterkaitan (sejarah) mereka dengan itu silahkan, asal basis sumber sejarah untuk memperkuat identitas mereka. Tapi kalau tidak jangan diada-adakan, tuturnya.

AYO BACA : Sempat Buat Heboh, Kesultanan Selaco Tasik Ternyata Terdaftar di Kemenkumham

Menurutnya, sejarah itu berbeda dengan mitos, cerita dan dongeng. Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang benar terjadi dan menempatkan manusia sebagai aktor utamanya.

Selain itu, ditandai dengan adanya peninggalan diantaranya berupa sumber tertulis, lisan, benda dan visual. Jika tidak bisa dibuktikan, itu bukan sejarah.

Harus berbasiskan dokumen, harus ada sumber tertulis lisan benda dan visual, seperti prasasti, silahkan buktikan Selaco keterkaitan dengan kerajaan sebelumnya, katanya.

Reiza tidak mempermasalahkan bila posisi Selaco sebagai penjaga identitas budaya atau tempat pengembangan seni Sunda. Namun jika sebagai pusat kekuasaan atau politik sudah melenceng.

Tanpa mereka mengaitkan juga tidak masalah selama tujuannya sebagai gerakan kebudayaan. Untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan terutama sekarang untuk menguatkan identitas ke-Sundaan. Memang sudah hampir punah sekarang, ucapnya.

AYO BACA : Komentar Ridwan Kamil Soal Sunda Empire dan Kesultanan Selaco

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar