Yamaha

Tak Mampu Bayar Usai Hubungan Intim, Seorang Juru Parkir Bunuh PSK

  Selasa, 04 Februari 2020   Faqih Rohman Syafei
Tersangka HS (47) saat dihadirkan sebagai tersangka pembunuhan PSK di Mapolrestabes Bandung, Selasa (4/2/2020).(IG Polrestabes Bandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Polrestabes Bandung mengungkap dugaan pembunuhan pekerja seks komersial (PSK) AN (41) oleh seorang juru parkir HS (47) usai melakukan hubungan intim di salah satu hotel di kawasan Cikawao 26 Januari lalu.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri mengatakan awalnya HS menyepakati harga dengan AN untuk berhubungan intim di salah satu hotel.

"Sesampainya di hotel, pelaku melakukan hubungan intim. Setelah berhubungan intim korban meminta bayaran yang sebagaimana sudah disepakati," ujarnya, Selasa (4/1/2020). 

Namun, pelaku membayar kepada korban tidak sesuai dengan jumlah yang telah disepakati. Pelaku, kata dia,  mengatakan akan membayarnya di kemudian hari. 
Selanjutnya, korban marah sehingga terjadi percekcokan antara korban dan pelaku. 

"Pelaku yang pada saat itu tersulut emosi menyerang korban dengan cara membekap mulut serta mencekik korban dengan kedua tangan," katanya.

Saat itu, pelaku meninggalkan korban sendiri dalam keadaan tidak sadarkan diri terlentang di atas kasur kamar.

Pada keesokan harinya, pegawai hotel mengecek dan melihat korban sudah tidak bernyawa.

"Lalu pegawai hotel melaporkannya ke polisi," ujarnya.

Adapun barang bukti yang ditemukan antara lain 1 kemeja warna krem, 1 celana panjang jeans, 1 kaos warna hitam, 1 sandal jepit, 1 selimut, 1 sarung bantal, 1 handuk, 1 seprei, 1 celana jeans pendek, 1 kaos tanpa lengan, 1 celana dalam, dan 1 bra.

HS terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara akibat melanggar Pasal 351 ayat 3 KUHP yakni penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Di samping itu, dia juga dijerat Pasal 338 KUHP yakni dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain diancam karena pembunuhan. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar