Yamaha

Setelah Dievakuasi, WNI Dari Cina Akan Dikarantina 2 Minggu

  Jumat, 31 Januari 2020
Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) dr Terawan Agus Putrantodi. (Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto akan menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk mengevakuasi 249 WNI dari Cina. Ia mengatakan, saat tiba nanti, para WNI ini dipastikan akan menjalani proses karantina di tanah air.

"Harus, karantina itu merupakan perintah WHO, dua minggu. Dua minggu nggak usah khawatir, pasti nyaman nanti. Soal itu, nanti teknis kita bicarakan yang paling nyaman, tidak menimbulkan kekhawatiran keluarga, dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujar Menkes Terawan di Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Persoalan karantina, kata dia, tidak harus selalu di rumah sakit. Pemerintah akan mementingkan faktor kenyamanan para WNI yang baru pulang ini. Mengingat, karantina bukanlah isolasi, jadi tidak harus di rumah sakit. Yang terpenting harus tetap dalam pemantauan, untuk mengamati ada tidaknya gejala.

AYO BACA : Daftar 18 Negara yang Terdeteksi Positif Virus Corona

"Kamu enak tinggal dimana? Kamu pengen tinggal di rumah sakit atau gimana?," tutur Menkes Tewrawan mengumpamakan tempat tinggal untuk WNI yang akan dievakuasi.

Jika pun harus di rumah sakit, kata pemilik Terawan Theory itu, 100 rumah sakit yang ada di Indonesia sudah siap dengan fasilitas dan peralatan medis yang mumpuni untuk merawat mereka yang pulang dari Cina. Khususnya di Jakarta, setidaknya ada 3 rumah sakit yang akan menangani langsung. Begitu juga dengan kesiapan dokter dan tenaga medis dipastikan aman dan terkendali.

"100 rumah sakit sudah siap. Rumah sakit rujukan sudah ada tiga, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto. Di situ lengkap sekali termasuk alat atau ICU tekanan negatif ada disitu," terangnya.

AYO BACA : WHO Umumkan Status Darurat Global Virus Corona

"Tenaga medis siap terus, selalu siap. Ya kita kolaborasi sipil militer itu membuat kita kuat. Karena apa, karena kita tidak melakukan split (perbedaan) ini militer. Tidak, kita menghadapi ancaman yang sama. Jadi ini namanya sipil militer collaboration," lanjutnya.

Terakhir, hingga saat ini Menkes Terawan memastikan Indonesia aman dan tidak ada satupun mereka yang sebelumnya suspect dinyatakan positif corona. Artinya Indonesia berstatus zero virus corona.

"Jadi yang penting buktinya apa? Buktinya memang negatif. Kalau positif ya saya katakan positif, kalau negatif saya mau ngomong apa?," imbuhnya.

"Karena doa kalian, kita semua berdoa dan menjaga imunitas sehingga itu yang sangat penting. Pesan saya, jaga imunitas tubuh kita ya, makan yang cukup gizinya, lakukan gerakan masyarakat hidup sehat, cukup begerak 30 menit, pikiran juga harus nyaman," tutupnya.

AYO BACA : Terus Bertambah, 213 Orang Dinyatakan Tewas Akibat Corona di Cina

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar