Yamaha

Kenali Kanker Usus Besar, Si Pembunuh Senyap

  Kamis, 30 Januari 2020   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi usus besar. (medicaldaily.com)

ANDIR, AYOBANDUNG.COM--Kanker kolorektal atau kanker usus besar disebut-sebut sebagai penyakit "silent killer" atau "pembunuh senyap" karena gejalanya yang sulit dideteksi pada penderita. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini juga masih terbilang minim bila dibandingkan dengan pengetahuan dengan jenis kanker lain.

Padahal, berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2018, kanker usus besar termasuk ke dalam urutan ke-4 jenis kanker yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Urutan pertama adalah kanker payudara (16,7%), lalu diikuti oleh kanker serviks (9,3%), kanker paru (8,6%), kanker usus besar (8,6%), dan kanker hati (5,3%). Kanker usus besar menjadi penyakit kanker yang paling tidak familiar dibanding jenis kanker lainnya.

Konsultan senior Medical Oncology Parkway Cancer Centre Singapura, Dr Zee Yin Kiat memaparkan, kanker usus besar adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Kanker ini juga dikenal dengan sebutan kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada
lokasi tumbuhnya kanker.

"Gejala kanker ini seringkali dirasakan oleh pasien ketika kanker sudah berkembang jauh," ungkapnya, Kamis (30/1/2020).

Pasalnya, dia mengatakan, gejala awal kanker ini tidak banyak dirasakan karena kerap tersamarkan dengan penyakit lainnya seperti maag, misalnya. Bahkan, pada tahap awal, kanker ini bisa tidak menyebabkan geajal apapun.

Adapun gejala umum penyakit ini adalah munculnya darah dalam tinja, kebiasaan buang air besar yang berubah-ubah, rasa sakit yang terus-menerus di perut, perasaan kembung atau kram, perasaan buang air besar yang tidak tuntas, dan penurunan berat badan yang drastis secara tiba-tiba. Penyakit ini berkembang ke dalam empat tingkatan atau stadium.

AYO BACA : Darah Saat BAB Adalah Tanda Kanker Usus Besar

Di stadium pertama, kanker menempel di dinding usus yang dapat muncul berupa polip. Meskipun di beberapa kasus polip tidak melulu menunjukan adanya kanker. Di stadium kedua, kanker pada dinding usus sudah tembus ke luar.

"Di stadium tiga sel kanker sudah mengenai getah bening di sekitar usus, dan di stadium akjir sel kanker sudah menyebar ke orang lain lewat getah bening atau keluar dari dinding usus," paparnya.

Untuk mengetahui apakah seorang pasien mengalami kanker usus besar atau tidak, dan untuk membedakannya dengan penyakit lainnya, diagnosis melalui screening khusus dapat dilakukan. Zee mengatakan pemeriksaan tinja atau kolonoskopi adalah salah satu opsinya.

"Hal ini memungkinkan dokter untuk memeriksa lapisan dalam usus besar. Polip jinak juga bisa dimusnahkan dalam proses ini," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk mencegah kanker usus besar, seseorang sebaiknya menghindari terlalu banyak daging merah. Kebiasaan kurang olahraga dan memakan makanan instan, makanan tinggi protein dan lemak juga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker usus besar.

"Hindari makanan yang banyak diproses dan daging merah. Perbanyak makan sayur dan buah juga rajin berolahraga," katanya.

AYO BACA : Jadi Penyebab Kematian Kedua, Ini 5 Fakta tentang Kanker Usus Besar

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar