Yamaha

Terkait Virus Corona, Bupati Bandung Minta Tidak Dibesar-besarkan

  Selasa, 28 Januari 2020   Mildan Abdalloh
Korban terduga terjangkit virus corona di Cina. (Republika/Reuters)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Dadang M Naser meminta media massa tidak membesar-besarkan keberadaan virus corona yang telah menewaskan 80 orang di Cina, per Minggu (26/1/2020).

Menurut Dadang, selama ini belum ada bukti nyata terkait virus corona yang memakan korban di Indonesia.

AYO BACA : Viral Teori Konspirasi Soal Virus Corona, Begini Faktanya!

"Jangan dibesar-besarkan. Isu ini bisa besar bisa kecil (tergantung pemberitaan)," tutur Dadang, Selasa (28/1/2020).

Kendati demikian, Dadang mengatakan, langkah preventif tetap harus dilakukan. Salah satunya melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala serangan virus corona.

AYO BACA : Kondisi Terkini Warga Cina Terduga Corona di RSHS Bandung

Terlebih masyarakat yang mempunyai riwayat perjalanan ke Tiongkok terutama daerah suspect corona.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung juga telah diminta 24 jam mewaspadai serangan virus corona.

Selain itu, Dinkes Kabupaten Bandung tengah mendata keberadaan warga Kabupaten Bandung yang bekerja di China. 

"Dinkes sudah siaga. Pendataan juga dilakukan. Apakah ada warga kami yang terjangkit di sana atau tidak. Sedangkan di sini kami tetap harus mewaspadai. Apalagi di China sejumlah kota sudah di isolasi," tuturnya.

AYO BACA : Dalam Sekejap, Korban Tewas Akibat Virus Corona Bertambah Jadi 80 Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar