Yamaha

Ini Beda China, Tiongkok, dan Tionghoa

  Sabtu, 25 Januari 2020   Netizen Djoko Subinarto
Bendera Tiongkok

AYOBANDUNG COM -- Bagi sebagian kalangan awam, mungkin saja hingga kini masih sering kebingungan dengan penggunaan kata China, Tiongkok maupun Tionghoa. Mana yang seharusnya dipakai serta baku? 

Jika kita telusuri asal-usulnya, kata “China” diduga berasal dari kata bahasa Sansekerta “Sin”. Kata ini pertama kali digunakan sekitar 2.000 tahun silam dan lantas digunakan dalam sejumlah bahasa Asia, termasuk bahasa Parsi dan bahasa Arab. Orang-orang Barat kemudian menyerap kata “Sin” ini menjadi “Chino” (Portugis), “Chine” (Prancis) dan “China” (Inggris). 

Meski demikian, The American Heritage Dictionary menjelaskan bahwa kata “China” kemungkinan besar merupakan bentuk penyebutan yang salah oleh orang-orang Barat terhadap kata “Qin”. Sebagaimana diketahui, Qin adalah salah satu dinasti yang pernah berkuasa di China di abad ke-3 sebelum masehi.

Sebagai negara yang paling besar jumlah penduduknya di muka bumi, bahasa China menjadi bahasa paling banyak penuturnya di seluruh dunia dewasa ini. Sekurangnya, ada enam dialek dalam bahasa China, yaitu Hakka, Hokian, Kanton, Mandarin, Wu dan Xiang.

Dialek Mandarin (Guoyu/Putonghua) menjadi bahasa China standar/resmi sekarang ini. Sekolah-sekolah, kantor-kantor, media massa di China daratan dan Taiwan menggunakan dialek ini. Mandarin juga merupakan salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa semenjak badan dunia itu didirikan tahun 1945. 

Dalam dialek Mandarin, China disebut  “Zhongguo”, sedangkan dalam dialek Hokian disebut “Diongguok”. Hal-hal yang berkaitan dengan China dalam dialek Mandarin disebut  “Zhonghua” atau “Dionghoa” (dalam dialek Hokian). Kata “Tiongkok” dan “Tionghoa” kemungkinan besar diambil dari kata dialek Hokian yaitu “Diongguok” dan “Dionghoa”. Sejarah mencatat, orang-orang China yang dulu merantau ke Indonesia banyak yang berasal dari daerah Fujian dan Xiamen yang notabene berbahasa China dialek Hokian.

Ditilik dari maknanya, secara harfiah, “zhong”  atau “diong” berarti “tengah” atau “pusat”, “guo” atau “guok” berarti “negara” atau “kerajaan”. Jadi, Zhongguo  atau Diongguok dapat berarti “kerajaan tengah” atau “negara pusat”. Menurut para sinolog (ahli kechinaan), Zhongguo atau Diongguok bisa menandakan dua hal. Pertama, bangsa China yakin bahwa negerinya merupakan salah satu pusat peradaban tertua dunia. Kedua, dilihat dari posisi geografis, China berada persis di tengah-tengah dunia. 

Dalam konteks hubungan internasional, meski bangsa China sangat mengharamkan adanya dua China, faktanya sekarang ini terdapat dua buah negara China, yaitu Zhonghua Renmin Gonghe Guo alias People’s Republic of China yang beribukota di Peking (Beijing) dan Chung Min Zhonghua Min Guo alias Republic of China yang beribukota di Taipei, Taiwan.

Terkait soal penggunaan kata “China”, “Tiongkok” dan “Tionghoa” di negeri ini, di tahun 2014 silam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pred.Kab/6/1967 tanggal 28 Juni 1967. Melalui Keppres yang ditandatangani tanggal 14 Maret 2014 itu, Presiden Yudhoyono mengganti istilah "China" dengan "Tionghoa".

Dengan berlakunya Keppres Nomor 12 Tahun 2014 ini, maka semua kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan istilah orang dan atau komunitas  “China /Cina" diubah menjadi orang dan atau komunitas "Tionghoa". Sementara untuk penyebutan "Republik Rakyat China" diubah menjadi "Republik Rakyat Tiongkok".

Netizen : Djoko Subinarto
Djoko Subinarto

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar