Yamaha

Santri Ponpes Dijewer Guru, Orang Tua Lapor Polisi

  Jumat, 24 Januari 2020   Tri Junari
Santri. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Deddy Gunandi (42) orang tua MDZ (17) santri pondok pesantren modern di Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung mengadukan guru ke Polres Cimahi atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

Ia tak terima anaknya diperlakukan kasar hingga terluka pada bagian telinga, oknum guru itu melakukan tindakan hukuman disiplin karena santri tersebut melanggar aturan pesantren seperti merokok dan menjual rokok elektrik.

"Anak saya dijewer sampai luka karena melanggar aturan pesantren. Sesuai aturan anak saya sudah menjalani hukuman yakni rambut harus botak sampai lulus," ujar Deddy di Mapolres Cimahi, Jumat (24/1/2020).

Ia menuturkan, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 17.00 WIB didalam area pesantren. Dugaan penganiayaan oleh guru kepada santri ini juga terekam kamera pengawas.

AYO BACA : 3 Hari Tenggelam, Santri Bogor Ditemukan Tewas di Tangerang

Dalam rekaman CCTV terlihat, MDZ yang saat itu tidak mengenakan baju, kedua telinganya dijewer beberapa kali oleh guru tersebut sambil didorong-dorong.

Terlihat beberapa orang yang berada di lokasi kejadian hanya melihat tak berusaha melerai keduanya.

"Telinga anak saya mengalami luka-luka pada bagian kiri kanan karena ditarik-tarik, kemudian saya inisiatif membawanya ke rumah sakit," ujar Deddy.

Selain itu, kata dia, anaknya itu saat pulang ke rumah menceritakan mendapat tindakan penganiyaan yang lain dengan cara ditampar hingga dilempar satu pack ID Card oleh guru tersebut.

AYO BACA : Ratusan Santri Ikuti Porponpen Kota Bandung

Ia mengatakan, adanya dugaan tindakan penganiyaan tersebut karena anaknya berbuat kesalahan di pondok pesantren, tetapi sebelum kejadian ini anaknya sudah mendapat hukuman sesuai aturan di pesantren.

"Kepala anak saya sudah dibotakin setiap bulan sampai dia lulus, lalu dia juga sudah menerima hukuman yang lainnnya seperti push up sesuai SOP," katanya.

Namun, Deddy tidak menceritakan kesalahan pasti yang dilakukan anaknya, dia hanya menyebutkan kesalahan yang dilakukannya hanya kenakalan remaja di Pondok Pesantren.

"Menurut saya tindakan ini seperti penyiksaan, tidak seperti hukuman sesuai SOP biasanya. Makanya saya lapor polisi biar secara hukumnya bagaimana," ucap Deddy.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan guru terhadap muridnya itu.

"Setelah menerima laporan kami melakukan langkah pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), kami juga sudah datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP," katanya.

AYO BACA : Ribuan Santri di Tasik Kepung Minimarket, Tuntut Maaf Atas Tuduhan Pencurian

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar