Yamaha

BIN: Sunda Empire Belum Terdeteksi Ganggu NKRI

  Jumat, 24 Januari 2020
Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana di ILC TV One. (YouTube)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan, Sunda Empire bisa dikategorikan sebagai kelompok yang belum berbahaya. Pasalnya, BIN belum menemukan Sunda Empire melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya melanggar hukum.

Juru bicara BIN Wawan Purwanto mengatakan, pihaknya masih terus memantau pergerakan dari Sunda Empire yang berpusat di Bandung tersebut. Menurut Wawan, apabila Sunda Empire belum terdeteksi mengganggu NKRI, maka belum dapat termasuk ke dalam kategori yang berbahaya.

AYO BACA : Sunda Empire Klaim PBB dan Pentagon Lahir di Bandung

"Selama belum ada aksi pemberontakan kepada negara yang sah, maka masih belum masuk katagori berbahaya. Tapi pembinaan terus dilakukan," kata Wawan saat dihubungi Suara.com, Kamis (23/1/2020).

Sejauh ini BIN belum menemukan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Sunda Empire. Meski demikian, menurut Wawan ada baiknya apabila Sunda Empire terus diberikan pemahaman-pemahaman agar tidak keluar dari koridor NKRI.

AYO BACA : BIN Soal Sunda Empire: Jika Pemahaman Kurang Pas, Ya Diluruskan

"Selama masih dalam koridor di mana belum ada pelanggaran maka dilakukan komunikasi agar tetap dalam bingkai NKRI," tandasnya.

Untuk diketahui, belum lama ini publik dikejutkan dengan kasus penipuan Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, kini muncul kelompok yang menamai diri mereka sebagai Sunda Empire. Mereka mengklaim menguasai dunia dan memprediksi kekuasaan negara seluruh dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020.

Dengan seragam layaknya tentara, mereka menyebut dunia dibagi atas 6 teritorial yang seluruhnya berada di bawah kekuasaan mereka. Hingga kini pihak kepolisian masih menelusuri kelompok tersebut.

AYO BACA : Dalami Sunda Empire, Polda Jabar Gali Keterangan dari 4 Saksi Ahli

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar