Yamaha

160 Cagar Budaya di Bandung Barat Terbengkalai

  Kamis, 23 Januari 2020   Tri Junari
Sejumlah petugas Satpol PP Kota Bandung dan jajaran Pemerintah Kota Bandung saat menyegel salah satu bangunan bersejarah di Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Senin (23/7/2018). (Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Akibat belum adanya payung hukum dalam pengelolaan dan pemeliharaan yang digagas pemerintah daerah, 160 cagar budaya di Kabupaten Bandung Barat masih terbengkalai.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Usup Suherman mengakui, hingga kini belum ada peraturan daerah yang mengatur mengenai peninggalan sejarah maupun cagar budaya. 

Hasil pendataan pihaknya, terdapat 160 peninggalan sejarah dan kepurbakalaan tersebar di 16 kecamatan berupa bangunan, benteng, batu, dan dominasi makam kuno.

"Bahkan, bangunan-bangunan peninggalan Belanda lainnya juga sekarang banyak yang terbengkalai," katanya, Kamis (23/1/2020).

Dia mengungkapkan, belum adanya payung hukum menjadikan situs maupun cagar budaya itu belum bisa diintervensi sepenuhnya oleh pemerintah. Hal lain di antaranya akibat status kepemilikan lahan yang kini dikuasai masyarakat.

"Namun, kami tengah melakukan inventarisasi data lagi mengenai cagar budaya. Saat ini, kami sudah memiliki Tim Ahli Cagar Budaya untuk meninjau sebuah bangunan atau situs layak atau tidak menjadi cagar budaya," katanya.

Setelah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh pemerintah pusat, lanjut dia, bangunan tersebut harus terpelihara dengan baik. Jangan sampai, struktur bangunan aslinya berubah seperti saat ini, karena sudah banyak bangunan bersejarah yang dipugar.

"Setelah menjadi cagar budaya, pemeliharaan nantinya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait. Bahkan, bisa menjadi destinasi wisata," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar