Yamaha

Bersihkan Kaca Mobil dengan Vodka dan Bilang Suap, Polisi Ini Dipecat

  Kamis, 23 Januari 2020
[Ilustrasi] Polisi di Rusia dipecat karena bilang disuap pengendara dengan Vodka. (Pixabay)

Minuman keras tersebut tergolong cukup mujarab menghilangkan es di kaca mobil, khususnya bagi mobil yang berlalu lalang di tempat dengan suhu dingin ekstrem seperti Rusia.

RUSIA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang Polisi asal Novosibirsk, Rusia, ramai dibicarakan karena ulah menyebut disuap vodka oleh pengendara.

Namun, dia dipecat bukan karena meminumnya, tetapi karena hal lain.

AYO BACA : Ttongsul, Arak Khas Korea Terbuat dari Kotoran Manusia

Dilansir dari Autoevolution, eks petugas tersebut rupanya sempat mengunggah video yang memperlihatkan momen ketika dirinya tengah mengisi tangki cairan penyemprot wiper.

Bukan air atau cairan khusus, yang dia tuang ke tangki tersebut justru sebotol minuman keras Vodka.

Video tersebut kabarnya diambil Desember 2019 dan mulai dibicarakan tahun ini.

AYO BACA : Gambar Penis Berukuran Jumbo Terekam Google Maps

Dikutip dari Moscow Times, dia dipecat karena dianggap melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik institusi.

Namun tak murni iseng, ada alasan khusus terkait aksi konyol tersebut.

Minuman keras tersebut tergolong cukup mujarab menghilangkan es di kaca mobil, khususnya bagi mobil yang berlalu lalang di tempat dengan suhu dingin ekstrem seperti Rusia.

Namun, kesalahan fatal yang dilakukan mantan petugas adalah, dia sempat membual bahwa minuman keras tersebut dia dapatkan dari pengendara yang tengah mabuk.

"Saya bekerja di bagian lalu lintas, ini (vodka, red) saya dapat dari pengendara mabuk sebagai 'suap'. Enaknya sih buat tahun baru, namun pekerjaan tetap lebih penting," ujar petugas tersebut sembari menuang Vodka ke tangki cairan penyemprot wiper.

AYO BACA : 10 Manfaat Mengkudu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar