Yamaha

Satu Kecamatan di Purwakarta Masuk Daerah Rawan Bencana Kategori Tinggi

  Kamis, 23 Januari 2020   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi -- Longsor di Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, semua kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta masuk kategori rawan bencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono saat dimintai keterangan mengenai rawan bencana, Kamis (23/1/2020).

Ia menjelaskan, dari 17 kecamatan yang ada, satu di antaranya masuk dalam kategori rawan bencana kategori menengah ke tinggi. Sementara sisanya masuk kategori sedang ke menengah. "Kecamatan Bojong masuk rawan bencana menengah ke tinggi," ungkap dia.

AYO BACA : 4 Ruang Kelas SDN 3 Cilandak Purwakarta Nyaris Ambruk

Menurutnya, alasan Kecamatan Bojong masuk dalam kategori menengah ke tinggi karena berada di dataran tinggi. Akan tetapi,  kecamatan lain juga harus diwaspadai terjadi bencana pada musim penghujan, meski tidak separah daerah lain.

"Seperti wilayah perkotaan misalnya, banjir terjadi, hanya saja genangan air sifatnya temporer atau sementara, tidak sampai berhari-hari," kata dia.

Ia menyebut, Kabupaten Purwakarta saat ini statusnya siaga bencana banjir dan longsor mulai 5 Januari dan akan berakhir hingga 30 Juni 2020. Rentang itu dapat diperpanjang namun juga bisa dipersingkat, bagaimana situasi dan kondisi di lapangan.

AYO BACA : 21,5 Hektare Lahan di Purwakarta Kritis

"Kalau April sudah masuk musim kemarau, maka statusnya berubah, tapi kalau sebaliknya kemungkinan diperpanjang," ujar Wibi.

Untuk meminimalkan dampak bencana, Wibi mengaku sudah membentuk tim siaga bencana dengan melibatkan stacholder yang ada di wilayah Purwakarta. "Kami juga membuat posko bencani di sini (Kantor DPKPB), sebagai antisipasi," ucap dia.

Sementara itu, DPKPB Purwakarta mencatat sebanyak 575 peristiwa bencana terjadi sepanjang 2019, seperti kekeringan, kebakaran, tanah longsor, puting beliung, dan banjir.

"Dari sejumlah bencana, peristiwa kebakaran paling banyak terjadi sebanyak 399, kekeringan ada 135, tanah longsor ada 27, puting beliung 9 dan banjir 5," ujar dia.

AYO BACA : 150 Hektare Sawah di Purwakarta Terancam Gagal Tanam Karena Longsor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar