Yamaha

Musim Hujan, Persawahan di Indramayu Justru Alami Kekeringan

  Kamis, 23 Januari 2020   Erika Lia
Ilustrasi persawahan kering. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Di musim hujan ini, petani di Kabupaten Indramayu justru kekurangan air untuk menanam pada musim tanam rendeng atau musim tanam penghujan 2019/2020 ini. Petani di Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, salah satunya, harus menghadapi padi yang mengering.

"Hujan jarang turun sekarang sih, padahal musim hujan," ungkap seorang petani, Wardani, Rabu (22/1/2020).

Wardani memiliki sawah tadah hujan. Di desanya pun terdapat saluran irigasi. Sayangnya, debit air pada saluran itu minim dan tak selalu datang tiap hari.

Kondisi itu membuat air yang ada pun hanya cukup untuk mengairi sawah yang berada di depan saluran. Sementara, sawah Wardani terletak di belakang saluran.

"Sawah saya jadi tak selalu kebagian air," keluhnya.

Demi membuat padinya tumbuh, dia pun terpaksa menyedot air dari sungai atau sumur pantek menggunakan mesin pompa. Untuk ini, dia harus mengeluarkan biaya tambahan ratusan ribu rupiah.

Penyedotan air sudah diambilnya sejak masa pengolahan lahan. Saat ini, dia telah menanami sawahnya. Umur tanamannya pun baru delapan hari.

Dia berusaha membuat tanamannya tetap terairi. Menurutnya, sedikit saja kekurangan air, padinya akan langsung mengering.

Tak hanya menghadapi kekurangan air, petani juga direpotkan dengan pertumbuhan rumput di sekitar sawah. 

"Jadi harus keluar uang lebih karena harus basmi rumput," ujarnya.

Situasi yang dialami petani Terisi tak ubahnya dengan petani di Kecamatan Kandanghaur. Bedanya, di Kandanghaur tak ada sumber air yang bisa mereka sedot.

"Tidak ada sumber air di sini," tutur Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono.

Sampai kini, sedikitnya 1.500 hektare sawah di Kandanghaur belum ditanami akibat krisis air. Petani dihantui kegagalan pada persemaian yang sudah dilakukan mengingat usia padi sudah terlalu tua.

Para petani berharap curah hujan meningkat secepatnya. Bila tidak, sawah yang mereka tanami terancam tak membuahkan hasil optimal.

Pemerintah pun diminta mengupayakan sesuatu. Apalagi, musim tanam rendeng baru saja dimulai.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar