Yamaha

2 Pemain Bali United Masuk Radar Pelatih Persib

  Rabu, 22 Januari 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

GEDEBAGE, AYOBANDUN.COM -- Radar Persib Bandung untuk membidik Bruno Matos kian kencang. Sebelumnya pemain Bhayangkara FC itu dirumorkan masuk dalam kesepakatan barter transfer dengan mantan striker Persib asal Chad, Ezechiel Ndouassel.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts tak menampik, Bruno Matos sedianya merupakan pemain yang memiliki kualitas mumpuni di kompetisi Liga 1 Indonesia. Bahkan pelatih asal Beland itu juga mengakui, striker asal Brasil itu masuk dalam radar pantau calon penggawa Maung Bandung untuk musim 2020.

AYO BACA : Komentar Pelatih Persib Usai Kehilangan Ezechiel Ndouassel

"Ada banyak pemain tersedia, ada banyak pemain yang menawarkan dirinya. Kami tahu Bruno (Matos), kami tahu kualitasnya dan dia sudah tahu sepak bola Indonesia, dia juga sudah pernah bermain di level AFC jadi dia sudah punya pengalaman dan dia juga adalah pemain yang kami pantau," kata Robert usai memimpin sesi latihan perdana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (22/1/2020) sore.

Meski begitu, Robert juga mengakui, bukan hanya Bruno Matos yang masuk dalam radar calon rekrutan Pangeran Biru. Pelatih berusia 65 tahun itu dengan gamblang menyebut, dua pemain Bali United, Irfan Bachdim dan Ilja Spasojevic juga masuk dalam pantauannya.

AYO BACA : Kode Perekrutan Direktur Persib dan Rumor Irfan Bachdim-Spasojevic

"Tapi bukan hanya sekedar itu (memantau Bruno Matos). Spaso juga tersedia, Irfan juga tersedia. Ada banyak yang tersedia tapi mereka juga punya harga. Kami tidak bisa mengabaikan itu. Setiap klub bekerja di bawah anggaran dana dan kami juga bekerja sesuai anggaran tersebut," kata Robert.

Robert tak menampik, selain berbicara kualitas, dalam proses perekrutan pemain anyar, sebuah tim harus pula mempertimbangkan anggaran yang mesti dikeluarkan untuk mendatangkan pemain yang dibidiknya. Di sisi lain, jika berbicara nego harga pemain, sebagai pelatih dirinya tak memiliki wewenang. Semua nego harga berada dalam wewenang penuh manajemen tim.

"Kami juga mencari pemain yang bisa memberi kontribusi terbaik bagi tim dengan harga yang bisa kami jangkau dan itu bukan dalam kendali saya tapi manajemen. Kami mencari pemain yang tersedia dan harus masuk dalam anggaran tersebut. Itu logis dan normal, dan kami selalu berdiskusi dengan pihak manajemen soal setiap kemungkinan. Itu kenyataannya," ujar Robert.

AYO BACA : Gabung Bhayangkara FC, Ezechiel Tak Bisa Main Lawan Persib di 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar