Yamaha

Bupati KBB Sebut Dokumen Bansos Sudah Diserahkan ke Polda Jabar

  Rabu, 22 Januari 2020   Tri Junari
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengklaim Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah menyerahkan salinan atau fotokopi dokumen hibah dan bantuan sosial sesuai permintaan Polda Jabar yang menerima laporan warga soal dugaan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, Aa Umbara diminta menyerahkan dokumen dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar menyusul adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi terkait kegiatan hibah dan bantuan sosial di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Untuk mendalami dugaan kasus ini, sesuai prosedur polisi meminta dokumen bansos dan hibah kepada Aa Umbara. Polda meminta dokumen peraturan bupati tentang penjabaran APBD TA 2019, keputusan bupati tentang penetapan penerima hibah dan bantuan sosial TA 2019, dan dokumen perencanaan terkait penganggaran hibah dan bantuan sosial.

AYO BACA : Polda Jabar Bentuk Tim Klarifikasi Dugaan Korupsi Bansos KBB

Surat permintaan dokumen dengan nomor B/14/Subdit III/1/2020/Dit Reskrimsus itu sudah ditandatangani Direskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Iksantyo Bagus Pramono yang ditujukan ke Bupati Bandung Barat Aa Umbara pada 6 Januari 2020.

"Sudah itu (diserahkan) tanggal 7 dan tanggal 14 (Januari) tanda terimanya sudah, kemarin saya telepon bagian keuangan, semuanya sudah ada," klaimnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (22/1/2020).

Namun, Aa Umbara mengatakan, penyerahan salinan dokumen tersebut tidak diserahkan langsung oleh dirinya, tetapi oleh staf Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KBB.

AYO BACA : Polda Jabar Minta Dokumen Hibah dan Bansos di KBB

"Teknis penyerahan hibah bansos ini kan sudah jelas melalui sistem Hibah Bansos Online (HBO) dan langsung diterima oleh penerimnya," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, Polda Jabar belum menerima berkas yang diminta Polisi untuk menelaah dugaan tindak pidana korupsi.

Jika dokumen belum diserahkan, dia mengatakan, pihaknya akan kembali melayangkan surat permintaan kedua hingga ketiga. Apabila tidak ditanggapi, terpaksa akan dilakukan upaya paksa.

"Sesuaikan prosedur saja. Kita lakukan permintaan kedua dan ketiga. Kalau ketiga tidak berikan respons akan ada upaya paksa," kata Erlangga saat ditemui Ayobandung.com, Selasa (21/1/2020).

AYO BACA : Aa Umbara Buka Suara Soal Dugaan Korupsi Dana Bansos di KBB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar